Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Implementasi B50 Dimulai Juli 2026, KAI Gandeng ESDM dan LEMIGAS Uji Ketahanan Sarana Perkeretaapian Berbasis Diesel

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:34 WIB
KAI memperkuat pengujian lokomotif dan kereta diesel menjelang penerapan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. (Antara)
KAI memperkuat pengujian lokomotif dan kereta diesel menjelang penerapan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah akan mulai menerapkan mandatori biodiesel B50 secara nasional pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di sektor transportasi.

Menyambut implementasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat kesiapan operasional melalui serangkaian pengujian teknis pada sarana perkeretaapian berbasis diesel. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan, keandalan sarana, dan kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga selama masa transisi energi berlangsung.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan penggunaan B50 merupakan kelanjutan dari implementasi biodiesel sebelumnya, yakni B35 dan B40 yang telah diterapkan di lingkungan operasional KAI.

Baca Juga: Suhu Makkah Capai 46 Derajat Celsius, Jemaah Haji Banyuwangi Pilih Bertahan di Hotel Jelang Puncak Haji

“KAI mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. Pada setiap tahapan implementasinya, aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kualitas layanan tetap menjadi perhatian utama,” ujar Anne, dikutip Antara.

Sepanjang 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kilogram CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton dari total 47,4 juta pelanggan yang dilayani. Sementara pada periode Januari hingga April 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI telah melayani 19.218.440 pelanggan dengan konsistensi penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel pada perjalanan kereta diesel.

Moda transportasi berbasis rel dinilai memiliki tingkat emisi lebih rendah dibanding kendaraan pribadi. Berbagai studi transportasi menunjukkan rata-rata emisi kereta api berada pada kisaran 15–40 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi yang dapat mencapai 120–250 gram CO₂ per penumpang-kilometer.

Kondisi itu memperlihatkan peran penting transportasi rel dalam membantu menekan emisi sektor transportasi di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Baru 9 Tahun, Aktris Jepang Ini Jadi Sutradara Sekaligus Penulis Film Sendiri!

Dalam mendukung implementasi B50, KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS untuk melakukan pengujian bertahap sejak pertengahan April 2026. Tahapan pengujian dimulai dari proses pencampuran bahan bakar (blending), pemeriksaan kondisi sarana, hingga uji operasional pada berbagai jenis armada.

Pengujian lokomotif dilakukan di Depo Sidotopo dengan fokus pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar selama penggunaan B50. Pemantauan dilakukan guna memastikan karakteristik pembakaran, stabilitas performa mesin, serta efisiensi operasional tetap berjalan optimal dalam penggunaan harian.

Sementara itu, pengujian kereta pembangkit dilakukan di Depo Kereta Yogyakarta dengan fokus pada pemantauan konsumsi bahan bakar serta pemeriksaan berkala setiap 300 jam operasi. Pengujian dilakukan mulai dari pemeriksaan awal, penggunaan B40 sebagai pembanding, hingga penggunaan B50 untuk melihat respons sarana dalam berbagai kondisi operasional.

KAI juga menyiapkan pengujian lanjutan dalam jangka panjang untuk memastikan ketahanan sarana tetap optimal saat beroperasi secara intensif di lapangan. Saat ini, seluruh hasil pengujian masih dalam tahap evaluasi bersama pemerintah dan tim teknis terkait.

“Percepatan implementasi B50 memerlukan kesiapan yang terukur agar tetap selaras dengan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik. KAI terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Ketahanan Energi Nasional #biodiesel B50 #kereta api indonesia #transportasi hijau #KAI