Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Distribusi Barang via Kereta Api Makin Dilirik, KAI Perkuat Kapasitas Angkut hingga 4.200 Ton per Perjalanan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB
PT Kereta Api Indonesia mencatat pertumbuhan angkutan retail 82.129 ton sepanjang Januari–April 2026. (Antara)
PT Kereta Api Indonesia mencatat pertumbuhan angkutan retail 82.129 ton sepanjang Januari–April 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan retail sepanjang Januari hingga April 2026. Volume angkutan retail mencapai 82.129 ton atau meningkat 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 78.323 ton.

Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan kenaikan signifikan dibanding capaian Januari–April 2024 yang tercatat 66.654 ton. Dalam dua tahun terakhir, volume angkutan retail KAI meningkat hingga 23,22 persen.

Khusus pada April 2026, volume angkutan retail mencapai 21.844 ton. Angka itu naik 22,87 persen dibanding April 2025 yang sebesar 17.778 ton.

Baca Juga: Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Terbaru: Pinjaman Rp100 Juta Cicilan Rp1,9 Juta, Sudah Disalurkan ke 643 Ribu UMKM

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi barang yang efisien dan terukur.

“Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional,” ujar Anne, dikutip Antara.

Menurut dia, penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi langkah penting di tengah tingginya biaya logistik nasional. Saat ini, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15 persen hingga di atas 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan standar global berada pada level 7–8 persen.

Baca Juga: Moto3 Catalunya 2026: Zen Mitani Frustrasi Belum Raih Poin, Veda Ega Pratama Justru Tembus 10 Besar

Kondisi tersebut dinilai membuka ruang efisiensi yang besar bagi sektor logistik nasional. Semakin efisien biaya distribusi, semakin besar pula peluang industri nasional meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global.

“Efisiensi logistik akan berdampak langsung pada biaya produksi industri. Ketika distribusi barang menjadi lebih efektif, maka rantai pasok nasional juga akan bergerak lebih kompetitif,” lanjut Anne.

Untuk mendukung peningkatan layanan, KAI terus memperkuat kapasitas angkutan barang melalui peningkatan kemampuan sarana dan pengembangan pola distribusi berbasis rel. Saat ini, KAI mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong dan sedang ditingkatkan menjadi 70 ton.

Dengan satu rangkaian yang dapat terdiri dari hingga 60 gerbong, kapasitas angkut kereta barang diperkirakan mampu mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.

Selain memperbesar kapasitas angkut, KAI juga mendorong integrasi layanan logistik dengan kawasan industri, pergudangan, serta pelabuhan agar distribusi barang berlangsung lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, Pulau Jawa masih menjadi pusat utama aktivitas logistik nasional. Sekitar 60 persen aktivitas logistik Indonesia berada di Jawa dengan nilai biaya logistik diperkirakan mencapai Rp2.400 triliun hingga Rp2.500 triliun per tahun.

KAI menilai efisiensi sebesar 30 persen saja berpotensi menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp1.000 triliun. Angkutan barang berbasis rel dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung efisiensi tersebut karena mampu mengangkut barang dalam volume besar secara stabil dan minim hambatan lalu lintas jalan raya.

Baca Juga: Final Liga Europa 2026 Digelar di Istanbul, Freiburg Tantang Aston Villa di Besiktas Park

“Dengan jaringan operasional yang luas dan kapasitas angkut yang besar, kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” jelas Anne.

KAI memastikan akan terus memperkuat pengembangan layanan angkutan barang guna mendukung pertumbuhan industri dan konektivitas logistik nasional. Optimalisasi distribusi berbasis rel diharapkan mampu mendorong efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa mendatang.

“Semakin besar porsi distribusi barang yang berpindah ke kereta api, semakin besar juga peluang efisiensi yang dapat dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat luas,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#logistik nasional #distribusi barang #kereta api indonesia #angkutan retail #KAI