RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan tautan tidak resmi maupun akun media sosial pribadi. Perseroan memastikan seluruh proses pengajuan hanya dilakukan melalui petugas resmi dan diproses di unit kerja BRI.
Corporate Secretary Dhanny menyampaikan bahwa maraknya penawaran KUR melalui pesan singkat, tautan digital, hingga media sosial merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama BRI.
“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” ujar Dhanny.
Baca Juga: Dam Haji 2026 Jadi Sorotan, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jangan Tergiur Penawaran Murah dan Tidak Resmi
Menurutnya, masyarakat dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
BRI juga menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan persyaratan tidak wajar.
Selain itu, BRI mengingatkan masyarakat agar tidak pernah memberikan data pribadi maupun informasi perbankan yang bersifat rahasia seperti PIN, password, kode OTP, hingga data pribadi lainnya kepada pihak mana pun.
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tambah Dhanny.
Perseroan mengimbau masyarakat hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti situs resmi BRI, akun media sosial resmi, maupun layanan Contact BRI 14017 dan 1500017.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Dhanny.
Editor : Lugas Rumpakaadi