RADARBANYUWANGI.ID - Semangat emansipasi perempuan terus hadir dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu kisah inspiratif datang dari Magetan, Jawa Timur, melalui perjuangan Ita Listiana, pelaku UMKM binaan Pertamina Patra Niaga yang sukses membawa produk keripik tempe H&G menembus pasar internasional.
Perjalanan Ita membangun usaha tidak dimulai dari kondisi yang mudah. Sejak merintis usaha pada 2002, ia harus menjalankan produksi keripik tempe dengan modal terbatas dan peralatan sederhana. Sebagai seorang difabel sekaligus bagian dari keluarga penerima manfaat, Ita menghadapi tantangan yang tidak ringan.
“Awalnya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi lama-lama saya ingin usaha ini bisa berkembang lebih jauh,” ungkap Ita.
Pada masa awal menjalankan usaha, Ita mengaku mengalami kesulitan dalam memasarkan produk serta memperluas jaringan penjualan. Keraguan terhadap kualitas produknya juga sempat muncul karena kondisi dirinya sebagai penyandang disabilitas.
“Dulu semua masih sangat terbatas. Saya belum paham cara pemasaran maupun bagaimana menjual produk agar bisa berkembang. Tidak sedikit juga yang meragukan kualitas produk saya karena saya seorang difabel. Saat itu saya sempat bingung bagaimana cara agar usaha ini bisa maju,” ujarnya.
Titik balik perkembangan usahanya terjadi ketika Ita bergabung sebagai mitra binaan Pertamina melalui program UMK Academy. Melalui program tersebut, Ita memperoleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga perluasan akses pasar.
Baca Juga: Anak Bukan Mesin Balas Budi! Pemikiran soal Tanggung Jawab Orang Tua Ini Picu Perdebatan Besar
“Setelah mengikuti UMK Academy, saya merasa sangat terbantu. Coach dan pendamping yang mengajarkan saya sangat ramah dan terbuka. Saya tidak pernah merasa direndahkan, justru terus didorong untuk berkembang dan percaya diri dengan produk yang saya miliki,” tambahnya.
Tak hanya mendapatkan pelatihan, Ita juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai pameran dan business matching yang memperluas jaringan pemasaran produknya. Perlahan, keripik tempe H&G mulai dikenal lebih luas dan mendapat kepercayaan pasar.
“Saya diajak mengikuti pelatihan secara langsung dan mendapat kesempatan untuk ikut pameran. Dari situ produk saya mulai semakin dikenal masyarakat. Alhamdulillah sekarang kualitas produk saya tidak lagi diragukan dan saya bangga karena keripik tempe H&G bisa dikenal hingga pasar internasional,” lanjut Ita.
Upaya untuk terus meningkatkan kualitas produk membuahkan hasil. Keripik tempe H&G kini telah menjangkau pasar luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, hingga Maladewa.
Salah satu momentum penting terjadi pada 5 Maret 2026 saat Ita bersama lima pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Magetan mengikuti pelepasan ekspor produk makanan olahan ke Maladewa. Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap UMKM yang berhasil menembus pasar global.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Ita, tetapi juga bagi Kabupaten Magetan karena produk lokal mampu menunjukkan daya saing di pasar internasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan keberhasilan Ita menjadi bukti nyata dampak pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar Moto3 Catalunya 2026, Start Posisi 20 Finis Gemilang di Barcelona
“Kami percaya bahwa UMKM, termasuk yang dijalankan oleh perempuan, memiliki potensi besar untuk berkembang dan naik kelas. Melalui program pembinaan seperti UMK Academy, kami tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat global,” ujar Ahad.
Ia menambahkan, keberhasilan mitra binaan menembus pasar ekspor menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan program yang adaptif dan berdampak bagi masyarakat.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM mampu bersaing di pasar internasional. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Bagi Ita, tempe yang selama ini dianggap sebagai produk sederhana justru menyimpan peluang besar. Ketekunan, keberanian belajar, dan dukungan pembinaan menjadi modal penting untuk mengubah produk lokal menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar dunia.
Kisah Ita Listiana menjadi gambaran nyata bahwa perempuan memiliki peran kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan dukungan yang tepat dan kemauan untuk terus berkembang, pelaku UMKM daerah mampu menembus batas dan membawa produk Indonesia tampil di panggung global.
Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memperkuat kapasitas UMKM melalui program pembinaan berkelanjutan guna menciptakan pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan siap memasuki pasar internasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi