RADARBANYUWANGI.ID – Kabar menggembirakan datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia memastikan pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 tahun anggaran 2026 mulai berjalan merata di 514 kabupaten dan kota.
Nilai bantuan yang cair mencapai Rp600 ribu per KPM untuk periode April–Juni 2026. Menariknya, sejumlah penerima BPNT susulan justru mendapat “bonus” tambahan berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk bersamaan ke kartu KKS Merah Putih.
Fenomena pencairan dobel ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena banyak penerima bansos mengaku mendapatkan saldo lebih besar dibanding tahap sebelumnya.
KPM Terlambat Cair Justru Berpotensi Dapat Dobel
Berdasarkan pemantauan aplikasi SIKS-NG dan laporan lapangan, sebagian penerima bansos yang sempat belum menerima saldo ternyata masih berstatus “Berhasil Cek Rekening”.
Status tersebut bukan berarti bantuan gagal cair. Sebaliknya, itu menandakan data KPM telah lolos tahap verifikasi awal perbankan dan tinggal menunggu proses penyaluran dana dari bank penyalur.
Banyak KPM yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT kini mulai tervalidasi sebagai penerima PKH baru. Sebaliknya, sejumlah penerima PKH juga mulai mendapatkan tambahan bantuan BPNT.
“Jika bantuan agak terlambat masuk dibanding penerima lain, justru ada kemungkinan mendapatkan dua bantuan sekaligus,” demikian informasi yang ramai disampaikan kanal pemantau bansos INFO BANSOS.
BPNT Rp600 Ribu Cair Bertahap di Seluruh Indonesia
Pemerintah menegaskan proses pencairan bansos dilakukan bertahap menggunakan sistem termin bergelombang. Karena itu, saldo tidak masuk secara bersamaan di seluruh daerah.
Penyaluran dilakukan melalui sejumlah bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, hingga BSI khusus wilayah Aceh.
Untuk penerima melalui Bank BNI, pencairan aktif dilaporkan terjadi di banyak wilayah Jawa Timur seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Jember, Lamongan, Gresik, hingga Mojokerto.
Selain itu, wilayah perkotaan seperti Surabaya, Bandung, Bogor, Bekasi, hingga seluruh DKI Jakarta juga masuk daftar daerah aktif pencairan.
Sementara pencairan melalui Bank Mandiri berlangsung di sejumlah daerah seperti Jember, Banyumas, Garut, Pandeglang, Kebumen, hingga wilayah Sumatera dan Sulawesi.
Adapun Bank BRI mencatat pencairan aktif di wilayah Cianjur, Tasikmalaya, Lombok Timur, Sampang, Bangkalan, hingga Lampung Selatan.
Khusus Provinsi Aceh, penyaluran melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) disebut telah berjalan penuh untuk BPNT maupun PKH susulan.
Saldo Belum Masuk? KPM Diminta Tidak Panik
Kementerian Sosial mengimbau masyarakat tidak panik apabila saldo bansos belum masuk meski daerahnya sudah tercatat aktif pencairan.
Sebab, mekanisme distribusi dilakukan secara acak dan bertahap berdasarkan validasi rekening serta kesiapan bank penyalur.
KPM diminta rutin mengecek saldo melalui ATM maupun mobile banking untuk menghindari antrean panjang di bank ataupun agen penyalur.
Bagi penerima yang belum cair hingga beberapa hari ke depan, pemerintah menyarankan segera berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat untuk pengecekan data di aplikasi SIKS-NG.
Pencairan BPNT Jadi Penopang Ekonomi Warga
Pencairan bansos BPNT tahap 2 dinilai menjadi bantalan penting bagi masyarakat di tengah kenaikan kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi rumah tangga.
Dana Rp600 ribu tersebut umumnya dimanfaatkan warga untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, telur, minyak goreng, hingga kebutuhan sekolah anak.
Apalagi menjelang Iduladha dan tahun ajaran baru, kebutuhan rumah tangga diperkirakan terus meningkat.
Pemerintah berharap bansos yang cair tepat waktu dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi keluarga rentan.
Status SIKS-NG Jadi Perhatian KPM
Saat ini banyak penerima bansos mulai aktif memantau status mereka di sistem SIKS-NG. Beberapa status yang sering muncul antara lain “proses cek rekening”, “berhasil cek rekening”, hingga “SP2D”.
Status “berhasil cek rekening” disebut menjadi sinyal positif karena data rekening telah valid dan siap menerima penyaluran dana.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya isu hoaks terkait penghentian bansos selama status penerima masih aktif di sistem.
Pemerintah memastikan penyaluran BPNT dan PKH tahap kedua 2026 masih terus berjalan dan akan menjangkau jutaan KPM secara bertahap dalam beberapa pekan mendatang. (*)
Editor : Ali Sodiqin