RADARBANYUWANGI.ID – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi beras di provinsi ini menembus 6,03 juta ton, meningkat signifikan 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan produksi tersebut sejalan dengan luas panen padi yang mencapai 1,841 juta hektare. Angka ini menunjukkan performa sektor pertanian Jawa Timur yang tetap solid di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika distribusi pangan.
Lima Daerah Penyumbang Terbesar
Di balik capaian tersebut, terdapat lima kabupaten yang menjadi tulang punggung produksi beras di Jawa Timur. Data menunjukkan kontribusi terbesar berasal dari wilayah utara hingga tapal kuda.
Berikut daftar 5 daerah produksi beras tertinggi 2025:
-
Kabupaten Lamongan – 508.126 ton
-
Kabupaten Bojonegoro – 507.947 ton
-
Kabupaten Ngawi – 446.097 ton
-
Kabupaten Jember – 392.364 ton
-
Kabupaten Tuban – 333.727 ton
Dominasi Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro yang hanya terpaut tipis menunjukkan kuatnya produktivitas kawasan agraris di wilayah utara Jawa Timur.
Faktor Pendorong Kenaikan Produksi
Kenaikan produksi beras di Jawa Timur tidak terjadi secara instan. Sejumlah faktor menjadi pendorong utama, mulai dari optimalisasi lahan, penggunaan varietas unggul, hingga dukungan infrastruktur irigasi yang semakin baik.
Selain itu, intensifikasi pertanian dan peran aktif petani dalam menerapkan teknologi modern juga berkontribusi pada peningkatan hasil panen. Wilayah seperti Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Jember dikenal konsisten menjaga produktivitas lahan sawah mereka.
Peran Strategis Jatim sebagai Lumbung Pangan
Dengan capaian ini, Jawa Timur semakin memperkuat perannya sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Produksi yang melimpah tidak hanya memenuhi kebutuhan regional, tetapi juga menjadi penyangga pasokan beras di berbagai daerah lain di Indonesia.
Wilayah seperti Kabupaten Tuban juga menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan pemerataan kontribusi produksi di berbagai daerah.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski mencatatkan kinerja impresif, sektor pertanian Jawa Timur tetap menghadapi tantangan, seperti perubahan cuaca ekstrem dan alih fungsi lahan. Karena itu, keberlanjutan produksi menjadi fokus utama pemerintah dan pelaku pertanian.
Ke depan, peningkatan produktivitas diharapkan tidak hanya bertumpu pada luas lahan, tetapi juga pada efisiensi dan inovasi teknologi pertanian. Dengan strategi tersebut, Jawa Timur berpeluang mempertahankan bahkan meningkatkan posisinya sebagai provinsi dengan produksi beras tertinggi di Indonesia.
Capaian ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat dari tahun ke tahun. (*)
Editor : Ali Sodiqin