Harga minyak goreng subsidi Minyakita kembali merangkak naik menjadi Rp15.915 per liter pada Selasa (5/5/2026). Meski tipis, kenaikan ini menjadi sinyal tekanan pasar yang dipicu lonjakan harga CPO global dan penurunan pasokan domestik.
RADARBANYUWANGI.ID– Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melaporkan adanya kenaikan harga rata-rata nasional Minyakita dari Rp15.900 menjadi Rp15.915 per liter. Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi sebagai bagian dari langkah antisipasi gejolak harga pangan.
Kenaikan harga minyak goreng bersubsidi ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah faktor global dan domestik ikut menekan, mulai dari meningkatnya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil hingga lonjakan biaya bahan baku kemasan plastik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
DMO Turun, Pasokan Ikut Tertekan
Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan realisasi kewajiban pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) mengalami penurunan signifikan.
Pada April 2026, realisasi DMO hanya mencapai 90.000 ton, turun dibandingkan Maret yang sempat menembus di atas 100.000 ton. Fluktuasi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan di daerah.
“Realisasi DMO sangat fluktuatif karena perkembangan ekspor produk turunan kelapa sawit,” ungkap pejabat Kemendag dalam rapat tersebut.
Bulog Perkuat Distribusi
Untuk merespons dinamika pasar, Perum Bulog memastikan distribusi Minyakita tetap berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Direktur Operasi Bulog, Andi Afdal, menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran distribusi, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
“Distribusi Minyakita tetap kami jalankan secara terukur. Kami juga memastikan pasokan tersedia di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Selain itu, Bulog juga melakukan penguatan infrastruktur, termasuk penambahan kapasitas gudang penyimpanan minyak serta peningkatan efisiensi sistem distribusi agar lebih tepat sasaran.
Waspada Inflasi Pangan
Kenaikan harga Minyakita meski relatif kecil tetap menjadi indikator penting dalam pengendalian inflasi pangan. Pemerintah kini terus memantau pergerakan harga serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar domestik.
Stabilisasi harga menjadi kunci agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi. (*)
Editor : Ali Sodiqin