Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Idul Adha 2026, 70 Persen Sapi di Pasar Hewan Glenmore Belum Siap Sembelih, Harga Diprediksi Tembus Rp 30 Juta

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 6 Mei 2026 | 07:00 WIB
PERDAGANGAN TERNAK: Seorang pedagang sapi menuntut sapi anakan di Pasar Hewan Glenmore, Jumat (1/5) lalu. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
PERDAGANGAN TERNAK: Seorang pedagang sapi menuntut sapi anakan di Pasar Hewan Glenmore, Jumat (1/5) lalu. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

Menjelang Idul Adha, harga sapi di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, diprediksi melonjak tajam. Pasalnya, sekitar 70 persen populasi sapi yang masuk pasar masih berupa sapi bibitan atau belum siap sembelih.

RADARBANYUWANGI.ID - Kenaikan harga hewan kurban mulai terasa di Banyuwangi. Di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, tren harga sapi menunjukkan peningkatan signifikan seiring mendekatnya Idul Adha yang diperkirakan berlangsung akhir Mei 2026.

Berdasarkan data pasaran terakhir, setiap hari Jumat rata-rata sekitar 200 ekor sapi masuk ke pasar tersebut. Namun, komposisinya didominasi sapi anakan atau bibitan yang belum layak untuk kebutuhan kurban.

Petugas pasar, Agung, mengungkapkan bahwa kondisi ini berpengaruh langsung terhadap ketersediaan sapi siap sembelih.

“Sekitar 70 persen sapi yang dijual masih bibitan. Sapi dewasa yang siap sembelih jumlahnya terbatas,” ujarnya, Selasa (5/5).

Akibat keterbatasan stok tersebut, harga sapi siap kurban mulai merangkak naik. Saat ini, sapi jenis limosin sudah menembus kisaran Rp 23 juta per ekor, naik dari sebelumnya sekitar Rp 18 juta.

“Bahkan ada yang sudah menyentuh Rp 28 juta. Prediksi kami, menjelang hari raya bisa tembus Rp 30 juta per ekor,” jelasnya.

Kenaikan harga menjelang Idul Adha memang menjadi fenomena tahunan. Permintaan meningkat tajam karena masyarakat mulai berburu hewan kurban. Namun, tahun ini tekanan harga diperparah oleh minimnya stok sapi dewasa.

Menurut Agung, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya populasi indukan pasca Idul Fitri lalu, di mana banyak sapi dewasa telah terjual.

Selain itu, dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu juga ikut memukul sektor peternakan. Banyak peternak yang enggan mengembangkan bibit karena khawatir ternaknya terjangkit penyakit.

“Waktu PMK, banyak peternak tidak menyiapkan bibitan karena takut mati. Akibatnya sekarang stok sapi besar sangat terbatas,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi kesehatan ternak saat ini dinilai sudah jauh lebih aman. Indikasinya, pedagang dari luar daerah mulai kembali masuk ke pasar hewan Glenmore.

“Sekarang sudah aman, tidak ada isu PMK lagi. Tinggal bagaimana menambah stok sapi saja,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang berencana berkurban diimbau untuk mulai mempersiapkan lebih awal. Selain untuk mendapatkan harga lebih terjangkau, juga untuk memastikan ketersediaan sapi yang sesuai kriteria kurban. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #harga sapi kurban 2026 #sapi Banyuwangi #stok sapi kurban #Pasar Hewan Glenmore