Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Sapi Kurban Diprediksi Tembus Rp70 Ribu/Kg, Masyarakat Mulai Lirik Kambing Jelang Idul Adha

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 3 Mei 2026 | 14:12 WIB
Harga sapi kurban diprediksi terus naik jelang Idul Adha hingga Rp70 ribu/kg. Masyarakat mulai melirik kambing sebagai alternatif. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Harga sapi kurban diprediksi terus naik jelang Idul Adha hingga Rp70 ribu/kg. Masyarakat mulai melirik kambing sebagai alternatif. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha, tren harga hewan kurban mulai menunjukkan kenaikan signifikan, khususnya pada komoditas sapi. Lonjakan permintaan diprediksi akan terus mendorong harga naik hingga mendekati puncaknya saat hari raya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Banyuwangi, drh. Nanang Sugiarto, mengungkapkan bahwa saat ini harga sapi hidup telah berada di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

“Prediksi kami dengan sirkulasi harga yang ada hari ini, masih akan cenderung naik. Kalau untuk kambing dan domba sementara masih cenderung turun,” ujarnya.


Kenaikan Harga Signifikan dalam Sebulan

Kenaikan harga tersebut tergolong cukup tajam. Pada awal April lalu, harga sapi hidup masih berada di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.

Namun, dalam waktu kurang dari satu bulan, terjadi lonjakan hingga Rp 10 ribu per kilogram. Kenaikan ini juga berdampak langsung pada harga jual per ekor sapi di tingkat pedagang.

Dari hasil survei lapangan, sapi yang sebelumnya dijual di kisaran Rp 20 juta hingga Rp 21 juta per ekor kini telah merangkak naik menjadi Rp 24 juta hingga Rp 25 juta.

“Trennya sudah naik sejak sebulan sebelumnya. Permintaan memang terus meningkat menjelang Idul Adha,” kata Nanang.


Potensi Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Lebih lanjut, Nanang memprediksi harga sapi hidup masih berpotensi mengalami kenaikan lanjutan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga akan menyentuh Rp 70 ribu per kilogram dalam waktu dekat.

Jika skenario tersebut terjadi, maka harga sapi per ekor otomatis akan ikut terdongkrak lebih tinggi, terutama untuk ukuran yang umum dibeli masyarakat.

“Sebelumnya Rp 20 juta sudah standar, sekarang sudah di atas itu. Rata-rata Rp 24 juta sampai Rp 25 juta,” tambahnya.


Masyarakat Mulai Lirik Kambing

Di tengah tren kenaikan harga sapi, sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan alternatif lain, yakni kambing dan domba.

Harga kambing yang cenderung stabil bahkan menurun menjadi opsi bagi masyarakat dengan keterbatasan anggaran.

Namun demikian, preferensi terhadap sapi masih cukup kuat, terutama karena nilai ekonominya dalam sistem patungan kurban.


Sapi Tetap Jadi Favorit

Salah seorang pedagang sapi di Banyuwangi, Yudi (53), mengungkapkan bahwa meskipun harga terus naik, permintaan sapi tetap tinggi.

Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh sistem pembelian kolektif, di mana satu ekor sapi dapat dikurbankan untuk tujuh orang.

“Kalau dihitung, tetap lebih murah patungan sapi dibanding beli kambing sendiri,” ujarnya.

Selain itu, jenis sapi tertentu seperti Sapi Bali masih menjadi primadona di pasar.

“Masih banyak yang pilih sapi Bali. Dagingnya banyak dan tulangnya kecil,” jelas Yudi.


Dinamika Permintaan dan Daya Beli

Fenomena kenaikan harga ini mencerminkan dinamika klasik menjelang Idul Adha, di mana permintaan melonjak sementara pasokan relatif terbatas.

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga menjadi faktor penentu. Kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi menggeser preferensi konsumen ke hewan kurban yang lebih terjangkau.


Tantangan dan Peluang Pedagang

Bagi pedagang, situasi ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, harga jual meningkat, namun di sisi lain mereka harus memastikan ketersediaan stok dan menjaga kualitas hewan.

Sementara bagi pemerintah daerah, pengawasan kesehatan hewan serta stabilitas pasokan menjadi prioritas utama agar pelaksanaan kurban berjalan lancar.


Tren Masih Akan Bergerak

Dengan waktu yang masih tersisa menuju Idul Adha, pergerakan harga diperkirakan masih dinamis.

Jika permintaan terus meningkat tanpa diimbangi pasokan yang cukup, harga sapi berpotensi terus naik. Sebaliknya, kambing dan domba bisa menjadi alternatif yang semakin diminati.

Pada akhirnya, pilihan masyarakat akan sangat ditentukan oleh kombinasi antara kemampuan ekonomi dan pertimbangan nilai kurban yang ingin dicapai. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #harga sapi kurban 2026 #sapi Banyuwangi #tren hewan kurban #harga kambing