RADARBANYUWANGI.ID - Tekanan harga emas makin nyata. Pada Rabu (29/4/2026), emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok Rp 30.000 ke Rp 2.784.000 per gram.
Penurunan ini diikuti produk emas di Pegadaian hingga pasar perhiasan, menandai fase koreksi serentak di pasar domestik.
Emas Antam Rontok, Buyback Ikut Tertekan
Mengacu laman Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di Rp 2.784.000 per gram, turun tajam dari posisi Selasa (28/4/2026) di Rp 2.814.000.
Dalam tiga hari terakhir, pergerakan harga cenderung fluktuatif:
-
Senin: Rp 2.809.000 (turun Rp 16.000)
-
Selasa: Rp 2.814.000 (naik Rp 5.000)
-
Rabu: Rp 2.784.000 (turun Rp 30.000)
Tak hanya harga jual, nilai buyback juga terkoreksi dalam. Harga beli kembali turun Rp 52.000 ke Rp 2.573.000 per gram.
Meski sedang tertekan, secara year to date (YtD), harga emas Antam masih naik sekitar 11 persen dari posisi awal tahun Rp 2.488.000 per gram. Namun, level saat ini masih jauh dari rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Harga Emas Pegadaian Ikut Melemah
Koreksi harga juga terjadi di Pegadaian. Produk UBS dan Galeri24 kompak turun:
-
UBS: Rp 2.840.000 per gram (dari Rp 2.868.000)
-
Galeri24: Rp 2.802.000 per gram (dari Rp 2.810.000)
Penurunan ini menegaskan tekanan pasar emas masih berlanjut, dipicu faktor global dan pelemahan sentimen investor.
Harga Galeri24 (29 April 2026):
-
0,5 gram: Rp 1.469.000
-
1 gram: Rp 2.802.000
-
5 gram: Rp 13.741.000
-
10 gram: Rp 27.407.000
-
100 gram: Rp 272.248.000
-
1.000 gram: Rp 2.715.785.000
Harga UBS (29 April 2026):
-
0,5 gram: Rp 1.535.000
-
1 gram: Rp 2.840.000
-
5 gram: Rp 13.925.000
-
10 gram: Rp 27.704.000
-
100 gram: Rp 275.823.000
-
500 gram: Rp 1.377.086.000
Emas Perhiasan: Tidak Seragam, Ada yang Turun Tajam
Di sektor perhiasan, pergerakan harga lebih variatif.
Raja Emas Indonesia mencatat penurunan di hampir semua kadar, dengan penurunan terbesar pada 18 karat hingga Rp 39.000 per gram.
Sebaliknya, Hartadinata Abadi dan Laku Emas memilih menahan harga tetap stabil.
Contoh harga perhiasan:
-
Raja Emas 24K: Rp 2.240.000 (turun)
-
Hartadinata 22K: Rp 2.509.000 (stabil)
-
Laku Emas 24K: Rp 2.463.000 (stabil)
Perbedaan strategi ini mencerminkan respons pelaku industri terhadap tekanan pasar global sekaligus menjaga daya beli konsumen.
Faktor Pemicu dan Analisis
Koreksi harga emas saat ini dipengaruhi beberapa faktor utama:
-
Fluktuasi harga emas global
-
Pergerakan nilai tukar rupiah
-
Kebijakan bank sentral dunia
-
Aksi ambil untung (profit taking) investor
Meski turun, emas masih menjadi instrumen safe haven. Dalam kondisi volatil, investor jangka panjang justru memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.
Pajak Transaksi Emas
Mengacu PMK No 34/PMK.10/2017:
-
Buyback > Rp 10 juta: PPh 22 sebesar 1,5% (NPWP) dan 3% (non-NPWP)
-
Pembelian: PPh 22 sebesar 0,45% (NPWP) dan 0,9% (non-NPWP)
Penurunan serentak di emas Antam, Pegadaian, hingga perhiasan menandai fase koreksi pasar yang lebih luas. Momentum ini bisa menjadi peluang, namun tetap perlu kewaspadaan terhadap volatilitas lanjutan. (*)