Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk di Triwulan I 2026, Kereta Api Kian Vital Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB
PT KAI sukses angkut 1.950 ton pupuk pada Triwulan I 2026. (Antara)
PT KAI sukses angkut 1.950 ton pupuk pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Peran transportasi rel dalam ekosistem logistik nasional kian menguat. Tak sekadar memindahkan barang, kereta api menjelma sebagai tulang punggung distribusi komoditas strategis, terutama pupuk, guna menjaga stabilitas sektor pangan.

Kinerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Triwulan I 2026 mencerminkan tren tersebut. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perusahaan mencatat realisasi angkutan pupuk mencapai 1.950 ton. Angka ini merupakan bagian dari total angkutan barang KAI yang menembus 14.948.442 ton pada periode yang sama.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 lalu, total angkutan pupuk yang dikelola KAI mencapai 21.060 ton. Data tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga distribusi komoditas penting secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa angkutan pupuk menjadi gambaran konkret keandalan sistem logistik berbasis rel.

“Fokus kami adalah menjaga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal dengan kapasitas yang memadai. Pupuk menjadi salah satu contoh bagaimana kereta api mengelola pengiriman dalam jumlah besar secara teratur,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Antara.

Dari sisi kapasitas, kereta api menawarkan keunggulan signifikan. Dalam satu rangkaian, daya angkut dapat mencapai 4.200 ton dengan dukungan hingga 60 gerbong. Saat ini, rata-rata muatan per gerbong berada di kisaran 50 ton, dan KAI terus mengoptimalkan kapasitas hingga 70 ton per gerbong.

Selain daya angkut, ketepatan waktu menjadi nilai jual utama. Pada Triwulan I 2026, tingkat On Time Performance (OTP) keberangkatan angkutan barang mencapai 95,97 persen, sementara ketepatan kedatangan berada di angka 91,77 persen.

“Kereta api menjaga ritme distribusi tetap stabil. Ketika jadwal terjaga, proses pengiriman bisa direncanakan dengan lebih pasti,” lanjut Anne.

Penguatan logistik berbasis rel ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional yang masih berkisar 15–20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih terpaut dari standar global di kisaran 7–8 persen. Dengan nilai aktivitas logistik di Pulau Jawa mencapai Rp2.500 triliun per tahun, efisiensi menjadi kunci daya saing ekonomi.

Khusus untuk pupuk, distribusi yang lancar berdampak langsung pada sektor pertanian. Ketersediaan pupuk tepat waktu memastikan petani dapat memulai masa tanam tanpa hambatan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

“Distribusi yang berjalan sesuai jadwal memberi kepastian bagi banyak sektor, termasuk pertanian sebagai salah satu contohnya. Ini yang terus kami jaga melalui peningkatan kualitas operasional,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#stabilitas pangan #nasional #KAI #Pupuk #Kereta Api