RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya sapi yang masuk dari luar daerah.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berpotensi meningkat saat mobilitas hewan kurban melonjak.
Tak hanya menyasar pasar hewan, pengawasan kini diperluas hingga kandang peternak, jalur distribusi, hingga pedagang musiman yang bermunculan jelang hari besar keagamaan tersebut.
Empat Fokus Pengawasan Disperta
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disperta Banyuwangi, drh Nanang Sugiarto, mengungkapkan ada empat kelompok utama yang menjadi perhatian.
Pertama, sapi milik peternak lokal. Kedua, sapi yang didatangkan dari luar daerah. Ketiga, sapi yang hanya melintas di wilayah Banyuwangi. Dan keempat, pedagang sapi musiman.
“Semua kami awasi agar tidak ada celah penyebaran PMK, terutama dari luar daerah,” tegasnya.
Vaksinasi Dikebut, Target 27 Ribu Ekor
Sebagai langkah utama, Disperta menggenjot vaksinasi PMK pada ternak lokal. Sejak awal tahun, sebanyak 17.000 dosis vaksin telah disuntikkan. Jumlah itu ditambah 10.000 dosis lagi pada pertengahan Maret.
Hingga saat ini, sekitar 19 ribu ekor sapi telah tervaksin. Disperta menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 27 ribu ekor pada akhir bulan ini.
“Vaksinasi terus kami percepat untuk memperluas perlindungan ternak,” ujar Nanang.
Sapi Masuk Wajib Vaksin, Pengawasan Digital Diterapkan
Untuk sapi dari luar daerah, Disperta menerapkan pengawasan ketat melalui sistem pelaporan dan aplikasi monitoring. Setiap ternak yang masuk atau keluar wilayah Banyuwangi wajib memiliki status vaksinasi PMK.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada sapi yang berpotensi membawa virus masuk ke wilayah Banyuwangi.
Surveilans Turun ke Lapangan
Dalam waktu dekat, tim surveilans Disperta akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sasaran utamanya adalah kandang peternak, penyuplai ternak, serta pasar hewan.
Pemeriksaan akan dilakukan pada dua fase penting, yakni H-30 dan H-14 Idul Adha.
“Nanti kami cek langsung. Kalau ada yang belum divaksin, langsung kami vaksin di tempat,” jelas Nanang.
Pedagang Musiman Tak Luput dari Pengawasan
Fenomena pedagang sapi musiman juga menjadi perhatian khusus. Disperta akan melakukan inspeksi terhadap kesehatan hewan yang dijual, termasuk memastikan tidak ada gejala PMK.
Langkah ini penting mengingat pedagang musiman kerap menjadi titik rawan distribusi ternak tanpa pengawasan ketat.
Pastikan Hewan Kurban Aman Dikonsumsi
Disperta menegaskan seluruh upaya ini bertujuan untuk menjamin keamanan hewan kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
“Harapan kami, Idul Adha berjalan lancar dan hewan kurban yang disembelih benar-benar sehat dan aman,” pungkas Nanang.
Waspada PMK, Kolaborasi Jadi Kunci
Dengan meningkatnya mobilitas ternak menjelang Idul Adha, potensi penyebaran PMK tetap menjadi ancaman. Karena itu, Disperta mengajak seluruh pihak, mulai dari peternak, pedagang, hingga masyarakat, untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan hewan.
Pengawasan ketat, vaksinasi masif, serta kesadaran bersama menjadi kunci agar Banyuwangi tetap bebas dari lonjakan kasus PMK di momen Idul Adha tahun ini. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin