RADARBANYUWANGI.ID – Lonjakan harga hewan kurban menjelang Idul Adha kembali terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga sapi dan kambing di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Banyuwangi merangkak naik signifikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Fenomena tahunan ini tak hanya berdampak pada daya beli, tetapi juga memunculkan strategi baru di kalangan warga. Salah satunya dengan membeli anakan sapi jauh hari, bahkan hingga setahun sebelum hari raya kurban tiba.
Praktik tersebut terlihat di Pasar Hewan Glenmore, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Para pedagang mengaku kerap menerima titipan sapi dari pembeli yang ingin menghindari lonjakan harga.
Salah satu pedagang, Budiono, 54, warga Desa Sepanjang, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima titipan dua ekor sapi sejak sebelum Idul Adha tahun lalu.
“Sejak sebelum Idul Adha tahun lalu sudah ada yang nitip di saya,” ujarnya.
Strategi Tekan Biaya Kurban
Menurut Budiono, pembeli memanfaatkan harga sapi yang masih relatif rendah saat ukuran hewan belum besar. Sapi kemudian dipelihara hingga siap disembelih saat Idul Adha.
“Harganya waktu itu belum terlalu tinggi. Biasanya saya tambahkan sekitar Rp 500 ribu atau sedikit lebih untuk biaya pakan sampai nanti diambil pemiliknya,” jelasnya.
Ia menilai sistem penitipan tersebut tidak memberatkan peternak. Sebab, beban tenaga dalam memberi pakan tidak jauh berbeda meski jumlah sapi bertambah.
“Ngasih makan dua atau lima sapi di kandang itu capeknya sama saja. Jadi kalau ada yang titip, selama sudah dibeli, saya tidak masalah,” terangnya.
Hal serupa juga disampaikan pedagang lain, M. Sopi, 29, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Ia mengaku sudah menerima titipan anakan sapi yang akan diambil saat Idul Adha mendatang.
“Sekarang ini saja sudah ada yang titip anakan. Nanti diambil pas Idul Adha bulan depan,” ujarnya.
Harga Sapi Limosin Tembus Rp 20 Juta
Sementara itu, petugas Pasar Hewan Glenmore, Agung, menyebut kenaikan harga terjadi dalam tiga pekan terakhir.
Untuk jenis sapi Sapi Limosin siap sembelih, harga kini berada di kisaran Rp 19 juta hingga lebih dari Rp 20 juta per ekor.
“Sebelumnya masih di kisaran Rp 16 juta. Tiga minggu ini naik sekitar Rp 2 juta per ekor,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Idul Adha, sementara pasokan relatif terbatas.
Tren Tahunan dan Antisipasi Warga
Lonjakan harga hewan kurban menjelang Idul Adha memang menjadi siklus tahunan yang hampir tak terhindarkan. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih adaptif dalam merencanakan ibadah kurban.
Selain membeli lebih awal, sebagian warga juga mulai beralih ke sistem patungan atau memilih hewan dengan bobot lebih kecil sebagai alternatif.
Dengan berbagai strategi tersebut, masyarakat berharap tetap bisa menjalankan ibadah kurban tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan setiap tahunnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin