RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas perhiasan pada perdagangan Sabtu (25/4/2026) menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Penurunan terjadi di Raja Emas Indonesia, sementara dua pelaku industri lainnya, Hartadinata Abadi dan Laku Emas, memilih menahan harga alias stabil.
Perbedaan arah ini mencerminkan dinamika pasar emas perhiasan yang semakin sensitif terhadap faktor global maupun domestik, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga permintaan industri.
Raja Emas Indonesia Turun di Semua Kadar
Penurunan paling terlihat terjadi di Raja Emas Indonesia. Hampir seluruh kadar emas perhiasan mengalami koreksi harga, dengan penurunan berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per gram.
Untuk kadar tertinggi, emas 24 karat kini dibanderol Rp2.260.000 per gram, turun Rp20.000. Sementara itu, emas 23 karat berada di Rp2.110.000, dan 22 karat di Rp2.017.000.
Penurunan berlanjut hingga kadar menengah dan rendah. Emas 18 karat dijual Rp1.652.000, 14 karat Rp1.285.000, hingga 12 karat di level Rp1.102.000 per gram.
Koreksi ini mengindikasikan adanya penyesuaian harga mengikuti tren pasar global yang cenderung fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Hartadinata Abadi Bertahan Stabil
Berbeda dengan Raja Emas, Hartadinata Abadi tidak melakukan perubahan harga pada hari ini. Seluruh produk emas perhiasannya tercatat stabil di berbagai kadar.
Untuk emas 22 karat, harga dipatok Rp2.519.000 per gram. Sementara 20 karat berada di Rp2.470.000, dan 17 karat di Rp2.201.000.
Pada kategori kadar lebih rendah, harga emas 9 karat berada di Rp1.394.000, 8 karat Rp1.284.000, dan 6 karat Rp1.101.000 per gram.
Stabilnya harga ini menunjukkan strategi perusahaan dalam menjaga daya saing di tengah volatilitas pasar.
Laku Emas Juga Tahan Harga
Hal serupa juga dilakukan oleh Laku Emas (CMK Group). Seluruh lini produk emas perhiasannya tercatat tidak mengalami perubahan harga.
Emas 24 karat dijual Rp2.476.000 per gram, sementara 22 karat di Rp2.034.000 dan 20 karat di Rp1.851.000.
Untuk kadar menengah hingga rendah, harga tetap berada di kisaran Rp1.663.000 (18 karat) hingga Rp1.103.000 (12 karat).
Langkah mempertahankan harga ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pasar sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen.
Dipengaruhi Faktor Global dan Kurs
Pergerakan harga emas perhiasan tidak terlepas dari sejumlah faktor utama. Selain harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan besar dalam menentukan harga di dalam negeri.
Selain itu, kebijakan bank sentral global, terutama terkait suku bunga, turut memengaruhi daya tarik emas sebagai instrumen investasi maupun komoditas industri.
Permintaan dari sektor perhiasan global juga menjadi penentu penting, terutama dari negara-negara dengan konsumsi emas tinggi.
Momentum bagi Konsumen
Dengan tren harga yang dinamis, pelaku pasar—baik konsumen maupun investor—disarankan untuk aktif memantau pergerakan harga.
Penurunan harga di sejumlah retailer bisa menjadi momentum menarik untuk membeli, terutama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam bentuk emas perhiasan.
Namun di sisi lain, stabilnya harga di beberapa pemain besar juga memberikan opsi bagi konsumen yang menginginkan kepastian harga di tengah fluktuasi pasar.
Dalam kondisi seperti ini, keputusan membeli atau menjual emas sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan, tujuan investasi, serta perkembangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. (*)
Editor : Ali Sodiqin