RADARBANYUWANGI.ID – Kabar menggembirakan datang bagi konsumen. Harga telur ayam ras di pasar tradisional Banyuwangi mulai menunjukkan tren penurunan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Komoditas yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 27 ribu per kilogram (kg), kini turun menjadi Rp 25 ribu per kg.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional pada Rabu (23/4), para pedagang menjual telur ayam dengan harga rata-rata Rp 25 ribu per kg. Penurunan ini mencapai sekitar Rp 2 ribu dibandingkan harga pada Kamis pekan lalu (16/4).
Salah satu pedagang telur di pasar Banyuwangi, Subaidah, mengungkapkan bahwa turunnya harga telur tidak lepas dari melemahnya permintaan konsumen setelah momentum Ramadan dan Idul Fitri berlalu.
“Permintaan pembeli memang sedang turun. Biasanya setelah Lebaran, pembelian tidak seramai sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok. Salah satunya adalah imbas ketegangan geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga komoditas lain, sehingga masyarakat lebih selektif dalam berbelanja.
“Dampak dari kondisi global seperti konflik yang memengaruhi jalur perdagangan juga ikut terasa. Harga beberapa komoditas naik, jadi masyarakat menahan belanja,” jelasnya.
Selain faktor eksternal, Subaidah menambahkan bahwa kondisi saat ini juga dipengaruhi siklus tahunan. Bulan April disebut sebagai periode “kejepit”, yakni berada di antara dua momen besar keagamaan.
Sebagaimana diketahui, pada Maret masyarakat baru saja merayakan Idul Fitri, sementara pada Mei mendatang akan memasuki Idul Adha. Kondisi ini membuat aktivitas belanja cenderung fluktuatif.
“Pasar itu memang kadang ramai, kadang sepi. Apalagi setelah Idul Fitri, biasanya pembeli berkurang. Ini sudah jadi pola setiap tahun,” terangnya.
Meski demikian, penurunan harga telur ayam ini menjadi angin segar bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner. Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan konsumsi masyarakat kembali meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Para pedagang pun berharap tren penurunan harga tidak berlangsung terlalu lama dan segera diimbangi dengan meningkatnya permintaan, agar perputaran ekonomi di pasar tetap stabil. (mg1/sgt)
Editor : Ali Sodiqin