Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Angkutan Lebaran Lebih Rendah Emisi, KAI Perkuat Peran Kereta Api sebagai Transportasi Masa Depan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 23 April 2026 | 09:09 WIB
Ilustrasi angkutan BBM didistribusikan dengan kereta api. (Gemini AI)
Ilustrasi angkutan BBM didistribusikan dengan kereta api. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026 menjadi momentum bagi KAI Group untuk menegaskan arah transformasi perusahaan.

Fokus utama diarahkan pada pembangunan sistem transportasi yang efisien, rendah emisi, dan terintegrasi melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan.

Angka tersebut tumbuh 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas massal dengan efisiensi energi yang lebih baik per penumpang.

Efisiensi tersebut juga tercermin pada kinerja emisi.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, emisi perjalanan kereta api jarak jauh tercatat sekitar 8.928.821 kg CO₂e.

Dalam perbandingan perjalanan setara, angka ini lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, sehingga berkontribusi pada pengendalian emisi sektor transportasi.

Upaya penguatan operasional rendah emisi dilakukan melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih.

Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif telah menggunakan Biosolar B40 dan tengah dipersiapkan menuju biodiesel B50.

Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi dengan total kapasitas 4.430,65 kWp.

Transformasi juga menyasar pengembangan sistem berbasis listrik.

Elektrifikasi lintas strategis seperti Rangkasbitung–Merak terus didorong, disertai pengembangan jalur Cikarang–Cikampek dan Bogor–Cigombong.

Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, frekuensi perjalanan, serta efisiensi energi dalam jangka panjang.

Penguatan tersebut sejalan dengan pengembangan layanan KRL sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

Kapasitas angkut diproyeksikan meningkat dari 1,1 juta menjadi 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.

Di sisi sarana, KAI menjalankan program peremajaan dan modernisasi.

Sebanyak 151 unit lokomotif dan 328 unit kereta diproyeksikan diperbarui guna meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan layanan.

Selain itu, perusahaan juga mempersiapkan adopsi teknologi Battery Electric Multiple Unit (BEMU) untuk mendukung dekarbonisasi transportasi.

Transformasi ini turut diperkuat melalui peningkatan pengalaman pelanggan.

Melalui aplikasi Access by KAI, pengguna kini dapat melihat estimasi jejak karbon dari perjalanan yang dilakukan.

Dari sisi operasional, kinerja ketepatan waktu tetap terjaga.

Pada Triwulan I 2026, On Time Performance keberangkatan KA penumpang mencapai 99,84 persen, sementara kedatangan sebesar 97,61 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa transformasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masa depan.

“Kereta api mencerminkan kemajuan peradaban sebuah bangsa. Melalui transformasi yang kami jalankan, KAI terus memperkuat sistem transportasi yang efisien, rendah emisi, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujarnya, dikutip Antara.

“Pengembangan ini kami arahkan agar setiap perjalanan memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi layanan, efisiensi, maupun dampaknya terhadap lingkungan,” imbuh Anne.

Menurutnya, peringatan Hari Bumi menegaskan bahwa mobilitas dan keberlanjutan berjalan dalam satu arah.

“Melalui transformasi yang terus dijalankan, KAI akan terus menghadirkan layanan transportasi yang efisien, andal, serta berkontribusi pada kemajuan peradaban yang selaras dengan keberlanjutan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#rendah emisi #transportasi #angkutan lebaran #KAI #Kereta Api