Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Catat Lonjakan Angkutan Peti Kemas 1,37 Juta Ton di Triwulan I 2026, Kereta Api Brumbung Cargo Perkuat Distribusi Logistik Nasional

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 21 April 2026 | 08:55 WIB
KAI resmi mengoperasikan KA Brumbung Cargo rute Jakarta–Jawa Tengah. (KAI)
KAI resmi mengoperasikan KA Brumbung Cargo rute Jakarta–Jawa Tengah. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan logistik nasional terus menunjukkan dinamika positif pada awal tahun 2026.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan signifikan pada angkutan peti kemas sepanjang Triwulan I 2026, mencapai 1.371.036 ton.

Angka tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.196.600 ton.

Peningkatan ini mencerminkan pergeseran pola distribusi barang yang semakin mengandalkan moda transportasi berbasis rel.

Selain faktor efisiensi, kepastian jadwal menjadi salah satu alasan utama pelaku usaha beralih ke kereta api sebagai bagian dari rantai pasok.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai tren ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik kereta api.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih sebagai bagian dari rantai distribusi. Perjalanan barang dapat direncanakan dengan lebih pasti, dengan waktu tempuh yang terjaga,” ujar Anne, dikutip Antara.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, KAI menghadirkan KA Brumbung Cargo yang melayani rute Stasiun Brumbung, Demak, menuju Stasiun Pasoso, Jakarta.

Layanan ini dirancang untuk memberikan alternatif distribusi yang lebih efisien dan terjadwal bagi pelaku usaha.

KA Brumbung Cargo memiliki kapasitas hingga sekitar 800 ton dalam satu perjalanan, dengan rangkaian 20 gerbong datar atau setara 40 TEUs.

Kereta ini melayani pengiriman multikomoditas dengan frekuensi satu kali setiap dua hari, memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengatur distribusi.

Pemilihan Stasiun Brumbung sebagai titik keberangkatan dilakukan melalui kajian strategis, mempertimbangkan potensi permintaan serta posisi geografis di Jawa Tengah.

Jalur ini menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi di Jakarta, memperkuat konektivitas logistik antardaerah.

Di tingkat regional, kinerja Daop 4 Semarang juga menunjukkan tren positif.

Angkutan peti kemas mencapai 58.770 ton, meningkat 16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain itu, angkutan BHP tumbuh 31% menjadi 693 ton, sementara angkutan lainnya melonjak 122% menjadi 11.020 ton.

Angkutan parcel tercatat 1.137 ton, menyesuaikan dengan kebutuhan distribusi.

Dari sisi operasional, ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang di wilayah ini mencapai 99,26%, dengan tingkat kedatangan sebesar 97,85%.

Secara nasional, ketepatan waktu keberangkatan tercatat 95,97% dan kedatangan 91,77%, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Anne menambahkan bahwa penguatan angkutan berbasis rel juga memberikan dampak positif terhadap sistem transportasi secara keseluruhan.

“Perjalanan logistik yang beralih ke kereta api memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari efisiensi biaya hingga kelancaran distribusi di berbagai wilayah,” jelasnya.

KAI menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan guna menyesuaikan kebutuhan distribusi yang terus berkembang.

“Kami terus melakukan evaluasi dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan serta mengikuti perkembangan distribusi logistik. Harapannya, kereta api dapat menjadi pilihan yang semakin relevan dalam mendukung pergerakan barang di Indonesia,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#brumbung cargo #peti kemas #KAI #Kereta Api