Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Panen Raya MT1 Banyuwangi Tembus 160 Ribu Ton, Produktivitas Padi Capai 7 Ton per Hektare

Sigit Hariyadi • Selasa, 21 April 2026 | 05:00 WIB
PANEN RAYA: Buruh manol mengangkut gabah dari sawah menuju jalan raya di wilayah Kecamatan Singojuruh pada Selasa pekan lalu (14/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
PANEN RAYA: Buruh manol mengangkut gabah dari sawah menuju jalan raya di wilayah Kecamatan Singojuruh pada Selasa pekan lalu (14/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kinerja sektor pertanian Banyuwangi kembali menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, produksi padi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini menembus angka 160.239 ton, menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur hingga nasional.

Capaian tersebut berasal dari panen raya musim tanam pertama (MT1) periode Januari–Maret yang berlangsung di lahan seluas 24.652 hektare.

Produksi besar ini tersebar hampir merata di berbagai kecamatan, termasuk wilayah sentra seperti Singojuruh dan Glenmore.

Baca Juga: Trump Tekan Kuba: Deal Ekonomi, Ganti Rezim, atau Serangan Militer? Semua Opsi Berisiko

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya atas hasil kerja keras petani yang mampu menjaga produktivitas di tengah berbagai tantangan.

“Alhamdulillah hasil panen para petani baik. Ini menjadi bukti bahwa Banyuwangi tetap konsisten sebagai daerah lumbung pangan,” ujarnya, kemarin (20/4).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan bahwa produktivitas padi di wilayahnya saat ini berada pada kisaran 6,8 hingga 7 ton per hektare.

Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan menjadi salah satu faktor utama tingginya total produksi.

Baca Juga: Tabel KUR Perumahan Mandiri 2026: Cicilan Mulai Rp193 Ribu, Solusi Bangun Rumah atau Usaha

“Pemkab terus mendorong peningkatan produktivitas, baik melalui pendampingan petani, pemanfaatan teknologi pertanian, maupun optimalisasi lahan,” jelasnya.

Tak hanya kuat di produksi, Banyuwangi juga mencatat surplus beras yang signifikan setiap tahunnya.

Pada 2025 lalu, total produksi beras mencapai 546.923 ton. Setelah dikurangi kebutuhan konsumsi masyarakat, daerah ini masih mencatat surplus sebesar 383.258 ton.

Dengan tren tersebut, Pemkab Banyuwangi optimistis capaian serupa bahkan lebih tinggi dapat diraih pada 2026.

Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos April 2026 Cair untuk 18 Juta Penerima, Data Dinamis Jadi Kunci Akurasi

Stabilitas produksi dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus menopang kebutuhan nasional.

“Kami optimistis tahun ini Banyuwangi kembali surplus. Tren selama ini selalu menunjukkan kelebihan produksi,” tegas Danang.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari peran berbagai kecamatan yang menjadi sentra produksi padi.

Dukungan infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk, hingga cuaca yang relatif mendukung turut berkontribusi terhadap keberhasilan panen raya MT1 tahun ini.

Dengan capaian tersebut, Banyuwangi tidak hanya menjaga statusnya sebagai lumbung pangan, tetapi juga memperkuat kontribusinya dalam menjaga stabilitas pasokan beras di tingkat regional dan nasional. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#produksi padi Banyuwangi #panen raya MT1 #lumbung pangan nasional #surplus beras #Dispertan Banyuwangi