RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas perhiasan bertahan di level tinggi, tetapi kehilangan momentum. Di tengah anjloknya harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), pasar perhiasan justru menunjukkan sikap “membeku” pada Senin (20/4/2026).
Data terbaru memperlihatkan harga emas perhiasan di tiga pemain utama—Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi—kompak stagnan di seluruh kadar karat.
Tidak ada kenaikan, tetapi juga belum turun, meski tekanan global kian kuat.
Situasi ini menciptakan paradoks: harga tetap tinggi, tetapi pasar justru melambat.
Laku Emas Bertahan di Rp2,526 Juta/Gram
Di Laku Emas, harga emas perhiasan 24 karat masih bertengger di Rp2.526.000 per gram. Level ini menjadi salah satu yang tertinggi di pasar digital saat ini.
Rinciannya:
-
24K: Rp2.526.000
-
23K: Rp2.171.000
-
22K: Rp2.076.000
-
21K: Rp1.985.000
-
20K: Rp1.889.000
-
19K: Rp1.793.000
-
18K: Rp1.697.000
-
17K: Rp1.601.000
-
16K: Rp1.505.000
-
15K: Rp1.411.000
-
14K: Rp1.316.000
-
13K: Rp1.222.000
-
12K: Rp1.126.000
Kestabilan ini menandakan pasar masih menahan posisi, meski tekanan eksternal meningkat.
Raja Emas Indonesia: Stabil di Bawah Rp2,3 Juta
Sementara itu, Raja Emas Indonesia mencatat harga yang relatif lebih rendah, namun tetap tidak bergerak:
-
24K: Rp2.300.000
-
23K: Rp2.177.000
-
22K: Rp2.082.000
-
21K: Rp1.989.000
-
20K: Rp1.893.000
-
19K: Rp1.798.000
-
18K: Rp1.705.000
-
17K: Rp1.610.000
-
16K: Rp1.514.000
-
15K: Rp1.421.000
-
14K: Rp1.326.000
-
13K: Rp1.230.000
-
12K: Rp1.137.000
Perbedaan harga antar platform mencerminkan strategi pasar masing-masing, tetapi arah pergerakannya sama: stagnan.
Hartadinata Abadi: Harga Tinggi, Tetap Diam
Di sisi lain, Hartadinata Abadi menempatkan harga lebih premium:
-
22K: Rp2.606.000
-
20K: Rp2.556.000
-
17K: Rp2.277.000
-
16K: Rp2.151.000
-
9K: Rp1.443.000
-
8K: Rp1.329.000
-
6K: Rp1.139.000
Meski lebih tinggi, pola yang sama tetap terlihat—tidak ada pergerakan.
Tekanan Global Tak Langsung Menggoyang Perhiasan
Menariknya, stagnasi emas perhiasan terjadi saat harga emas dunia melemah dan emas batangan Antam turun Rp44.000 ke Rp2.840.000 per gram.
Konflik di Selat Hormuz akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama tekanan global.
Namun, pasar perhiasan tidak langsung merespons. Berbeda dengan emas batangan yang sangat sensitif terhadap harga global, emas perhiasan lebih dipengaruhi faktor lokal seperti permintaan konsumen dan biaya produksi.
Pasar Terjebak, Transaksi Berpotensi Lesu
Kondisi stagnan ini mencerminkan tarik-ulur kepentingan. Penjual menahan barang karena berharap harga kembali naik, sementara pembeli memilih menunggu penurunan.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 20 April 2026 Mandek, Buyback Tembus Rp2,55 Juta—Pasar Tunggu Arah Baru
Akibatnya, aktivitas pasar berpotensi melambat dalam jangka pendek.
Momentum Krusial bagi Pembeli dan Investor
Bagi konsumen, harga yang stabil di level tinggi menjadi dilema: membeli sekarang dengan risiko harga turun, atau menunggu dengan risiko harga kembali naik.
Sementara bagi investor, kondisi ini adalah fase “menunggu arah”. Jika tekanan global berlanjut, harga perhiasan bisa ikut terkoreksi. Namun jika pasar pulih, harga berpotensi melanjutkan tren kenaikan.
Yang jelas, stagnasi hari ini bukan sekadar diam—melainkan sinyal bahwa pasar emas perhiasan sedang bersiap menuju pergerakan berikutnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin