Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas Antam 20 April 2026 Anjlok Rp44.000, Emas Perhiasan Mandek—Pasar Terjepit Konflik Global

Ali Sodiqin • Senin, 20 April 2026 | 20:00 WIB
ILUSTRASI emas batangan keluaran PT Aneka Tambang (Antam).
ILUSTRASI emas batangan keluaran PT Aneka Tambang (Antam).

RADARBANYUWANGI.ID – Pasar emas domestik memasuki fase kontras yang tajam. Saat harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) anjlok signifikan, harga emas perhiasan justru “membeku” tanpa pergerakan. Senin (20/4/2026) menjadi hari penuh tekanan bagi pelaku pasar emas.

Harga emas Logam Mulia Antam hari ini turun Rp44.000 menjadi Rp2.840.000 per gram. Sementara itu, harga buyback ikut terpangkas Rp41.000 ke posisi Rp2.640.000 per gram. Penurunan ganda ini mempertegas tekanan kuat dari sentimen global.

Baca Juga: Gunung Raung Mulai Tenang, Asap Putih Menghilang Tapi Status Belum Turun

Di saat yang sama, harga emas perhiasan di berbagai platform besar seperti Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi justru stagnan di seluruh kadar karat.

Kontras ini memperlihatkan pasar emas tengah terjebak dalam tarik-ulur kepentingan: tekanan global menekan harga batangan, sementara pasar perhiasan menahan diri.


Emas Dunia Lesu, Antam Terseret

Pelemahan harga Antam tidak berdiri sendiri. Harga emas dunia pada pagi hari tercatat turun 0,53% ke level US$ 4.808,1 per troy ons, bahkan sempat ambles hampir 2% sebelum pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Tawon ‘Kuasai’ Tol Bali Mandara, Jalur Motor Ditutup Mendadak ke Arah Nusa Dua

Akar tekanan datang dari konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah blokade kembali diberlakukan. Pernyataan keras disampaikan Mehdi Tabatabaei yang menegaskan penutupan jalur tersebut akibat konflik dengan Israel.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim telah menyita kapal Iran, memperuncing tensi global.


Lonjakan Minyak Jadi Tekanan Baru

Alih-alih mengangkat emas sebagai aset aman, konflik justru memicu lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak brent melesat 5,48% ke US$ 95,36 per barel.

Baca Juga: Belum Debut Juga! Pelatih Dewa United Bongkar Alasan Sebenarnya Kondisi Kodai Tanaka

Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi global, yang berpotensi membuat bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama. Dampaknya, emas—yang tidak memberikan imbal hasil—menjadi kurang menarik bagi investor.

Inilah yang menekan harga emas batangan lebih dalam.


Harga Emas Perhiasan Kompak Stagnan

Berbeda dengan emas batangan, harga emas perhiasan justru tidak bergerak. Di Laku Emas, harga 24 karat tetap Rp2.526.000 per gram. Sementara di Raja Emas Indonesia, harga 24 karat berada di Rp2.300.000 per gram.

Di sisi lain, Hartadinata Abadi mencatat harga lebih tinggi, misalnya 22 karat di Rp2.606.000 per gram—namun tetap stagnan.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Mandek di Level Tinggi, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram, Investor Ritel Wait and See

Fenomena ini menunjukkan pasar perhiasan sedang menahan posisi. Penjual enggan melepas di tengah ketidakpastian, sementara pembeli memilih menunggu harga turun.


Rincian Harga Emas Antam 20 April 2026

Berikut daftar harga emas Logam Mulia Antam:


Buyback Tinggi, Sinyal Likuiditas

Meski harga turun, buyback Antam masih berada di level tinggi Rp2.640.000 per gram. Bahkan di pasar perhiasan, harga buyback tertinggi sempat menyentuh Rp2,55 juta per gram.

Baca Juga: Baru Tiba dari Jakarta, Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap

Ini menandakan likuiditas emas masih kuat. Investor masih melihat emas sebagai instrumen lindung nilai, meski dalam tekanan jangka pendek.


Pasar di Persimpangan

Situasi saat ini menempatkan pasar emas di titik krusial. Penurunan harga emas batangan menunjukkan tekanan global yang nyata, sementara stagnasi emas perhiasan mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar domestik.

Investor kini dihadapkan pada dilema: memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang beli, atau menahan diri karena risiko penurunan lanjutan.

Jika konflik global terus memanas dan inflasi meningkat, emas berpotensi tetap tertekan. Namun jika ketegangan mereda dan suku bunga mulai turun, harga emas bisa kembali menguat.

Untuk saat ini, pasar emas belum menemukan arah. Namun satu hal pasti—gejolak belum selesai. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga emas dunia #harga emas hari ini #emas perhiasan #logam mulia #harga emas antam