RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mendadak terpukul pada awal pekan. Senin (20/4/2026), harga Logam Mulia anjlok Rp44.000 menjadi Rp2.840.000 per gram—penurunan tajam yang mematahkan tren stabil sebelumnya.
Baca Juga: Tawon ‘Kuasai’ Tol Bali Mandara, Jalur Motor Ditutup Mendadak ke Arah Nusa Dua
Tekanan tidak hanya terjadi di harga jual. Nilai buyback atau pembelian kembali juga ikut tergerus Rp41.000 ke level Rp2.640.000 per gram. Koreksi ganda ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar emas tengah berada dalam tekanan serius.
Di balik penurunan ini, konflik geopolitik global kembali menjadi biang kerok.
Harga Emas Dunia Ikut Terseret
Pelemahan harga emas domestik tidak bisa dilepaskan dari pergerakan global. Pada pukul 08.54 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat turun 0,53% ke level US$ 4.808,1 per troy ons.
Bahkan lebih awal, sebelum pukul 07.00 WIB, harga sempat ambruk hampir 2%—menggambarkan tekanan jual yang cukup besar sejak pembukaan pasar Asia.
Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen global masih menjadi faktor dominan dalam menentukan arah harga emas dalam negeri.
Selat Hormuz Memanas, Pasar Berbalik Arah
Alih-alih menjadi aset aman (safe haven), emas justru melemah saat ketegangan geopolitik meningkat. Akar masalahnya terletak pada konflik baru di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Teheran memblokade jalur vital tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa penutupan dilakukan karena Israel dinilai masih melancarkan serangan ke Lebanon.
Situasi semakin memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim angkatan lautnya telah menyita kapal kargo berbendera Iran. Ketegangan ini memicu gangguan besar di jalur distribusi energi global.
Minyak Melonjak, Emas Justru Tertekan
Dampak langsung dari konflik tersebut terlihat pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak jenis brent melesat 5,48% ke US$ 95,36 per barel.
Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi global kembali meningkat. Ini menjadi kabar buruk bagi emas.
Pasalnya, dalam kondisi inflasi tinggi, bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), menjadi kurang menarik dibanding instrumen berbunga.
Inilah paradoks yang terjadi: konflik meningkat, tetapi emas justru melemah.
Daftar Harga Emas Antam 20 April 2026
Berikut harga emas Logam Mulia Antam hari ini:
-
0,5 gram: Rp1.470.000
-
1 gram: Rp2.840.000
-
2 gram: Rp5.620.000
-
3 gram: Rp8.405.000
-
5 gram: Rp13.965.000
-
10 gram: Rp27.875.000
-
25 gram: Rp69.562.000
-
50 gram: Rp138.945.000
-
100 gram: Rp277.812.000
-
250 gram: Rp694.265.000
-
500 gram: Rp1.388.320.000
-
1.000 gram: Rp2.776.600.000
Investor Dihadapkan Dilema
Penurunan tajam ini menempatkan investor dalam posisi sulit. Di satu sisi, harga yang turun bisa menjadi peluang beli. Namun di sisi lain, tekanan global yang belum mereda membuka potensi koreksi lanjutan.
Pasar kini menunggu arah kebijakan moneter global serta perkembangan konflik di Timur Tengah. Jika tensi terus meningkat dan inflasi global melonjak, emas berpotensi tetap tertekan dalam jangka pendek.
Sebaliknya, jika situasi mereda dan suku bunga mulai diturunkan, emas bisa kembali bersinar.
Untuk saat ini, satu hal yang pasti: pasar emas tidak lagi tenang. Dan penurunan hari ini bisa jadi baru permulaan dari gejolak yang lebih besar. (*)
Editor : Ali Sodiqin