Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Dapur Lokal ke Pasar Global, Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tanpa MSG Tembus Pasar Ekspor Berkat LinkUMKM BRI

Ali Sodiqin • Sabtu, 18 April 2026 | 06:12 WIB
UMKM Perempuan Tembus Ekspor, BRI Dorong Pengusaha Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital. (foto: BRI)
UMKM Perempuan Tembus Ekspor, BRI Dorong Pengusaha Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital. (foto: BRI)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah ketatnya persaingan pasar dan tekanan ekonomi global, UMKM perempuan membuktikan diri mampu menembus batas. Namun, di balik kisah sukses itu, ada pertarungan panjang melawan keterbatasan modal, akses pasar, hingga literasi bisnis. Di sinilah peran ekosistem pemberdayaan menjadi penentu—apakah pelaku usaha bertahan, atau benar-benar naik kelas.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memilih mengambil posisi strategis: mendorong pengusaha perempuan bukan sekadar bertahan, tetapi menembus pasar global. Salah satu buktinya datang dari Vianti Maghdalena, pelaku UMKM asal Padang Panjang, Sumatra Barat, yang sukses membawa produk bumbu instan “Wan Alan” hingga ke pasar ekspor, termasuk Inggris.

Berawal dari usaha rumahan di masa pandemi, perjalanan Wan Alan tidak selalu mulus. Produk awal berbasis jahe harus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. Vianti kemudian melakukan pivot bisnis, menghadirkan bumbu masakan instan yang praktis, tanpa mengorbankan kualitas rasa.

Langkah tersebut menjadi titik balik. Produk seperti bumbu rendang dan bumbu lengkuas menjadi unggulan karena menawarkan cita rasa autentik khas nusantara tanpa proses memasak yang rumit. Inovasi terus dikembangkan, melahirkan varian lain seperti bumbu gulai, soto, hingga nasi goreng.

Kini, produk Wan Alan tidak hanya beredar di toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, tetapi juga dipasarkan melalui reseller, marketplace, hingga media sosial—membuka jalan menuju pasar internasional.

Namun, ekspansi itu tidak datang begitu saja. Vianti menegaskan, proses belajar dan pendampingan menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan usahanya. Ia mulai terhubung dengan ekosistem BRI sejak 2022 melalui Rumah BUMN Padang Panjang.

“Saya aktif ikut program BRIncubator 2022. Banyak manfaat yang saya dapat, mulai dari pemasaran, branding, manajemen, hingga jaringan. Itu yang membuat produk saya bisa dikenal sampai sekarang,” ujarnya.

Melalui platform LinkUMKM dan program pemberdayaan BRI, Vianti mendapatkan akses pembelajaran terstruktur yang membantu meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki manajemen usaha, hingga memperluas jangkauan pasar.

Dalam operasional sehari-hari, ia juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mempermudah transaksi di berbagai kanal penjualan.

Meski demikian, tantangan tetap membayangi. Fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan alat produksi menjadi hambatan yang harus dihadapi. Dalam situasi tersebut, konsistensi menjadi kunci utama menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.

“Hasil yang hebat lahir dari dua hal: doa dan kerja keras. Kalau salah satu hilang, langkah kita akan pincang,” tegas Vianti.

Di sisi lain, BRI terus memperluas dampak program pemberdayaan. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM, dengan dukungan lebih dari 840 modul pembelajaran yang terintegrasi.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda sosial, tetapi strategi ekonomi jangka panjang.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Kami berkomitmen menghadirkan akses yang setara agar mereka bisa berkembang dan bersaing di pasar global,” ujarnya.

Kisah Wan Alan menjadi potret nyata bahwa ketika akses, pendampingan, dan inovasi bertemu, UMKM perempuan mampu melampaui batas geografis. Namun, tantangan ke depan tetap besar: memastikan lebih banyak pelaku usaha mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan bersaing.

Di tengah arus digitalisasi dan kompetisi global, pertarungan UMKM kini bukan lagi soal bertahan—melainkan siapa yang mampu beradaptasi paling cepat dan memanfaatkan peluang dengan tepat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Wan Alan #ekspor Inggris #LinkUMKM BRI #pemberdayaan umkm #UMKM Perempuan