RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas perhiasan di pasar domestik kembali menunjukkan pola yang tidak seragam pada perdagangan Jumat pagi, 17 April 2026.
Di tengah tekanan global yang masih dipengaruhi volatilitas nilai tukar dan permintaan industri, pergerakan harga justru terbelah: Raja Emas Indonesia mencatat fluktuasi, sementara Hartadinata Abadi dan Laku Emas memilih menahan harga tetap stabil.
Kondisi ini mempertegas sinyal bahwa pasar emas perhiasan masih berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku usaha cenderung berhati-hati merespons dinamika global, termasuk kebijakan bank sentral dan pergerakan dolar AS.
Raja Emas Indonesia Alami Koreksi Tipis di Sejumlah Kadar
Raja Emas Indonesia menjadi satu-satunya pemain yang mencatat pergerakan harga cukup variatif.
Sejumlah kadar emas perhiasan mengalami penurunan tipis, meski sebagian lainnya masih bertahan.
Berikut rincian harga emas perhiasan Raja Emas Indonesia per gram:
-
24 Karat: Rp 2.285.000 (stabil)
-
23 Karat: Rp 2.153.000 (turun Rp 2.000)
-
22 Karat: Rp 2.059.000 (turun Rp 1.000)
-
21 Karat: Rp 1.967.000 (stabil)
-
20 Karat: Rp 1.873.000 (stabil)
-
19 Karat: Rp 1.778.000 (turun Rp 1.000)
-
18 Karat: Rp 1.686.000 (turun Rp 1.000)
-
17 Karat: Rp 1.592.000 (stabil)
-
16 Karat: Rp 1.498.000 (stabil)
-
15 Karat: Rp 1.405.000 (turun Rp 1.000)
-
14 Karat: Rp 1.311.000 (turun Rp 1.000)
-
13 Karat: Rp 1.217.000 (stabil)
-
12 Karat: Rp 1.125.000 (stabil)
Koreksi tipis ini dinilai masih dalam batas normal volatilitas harian, namun tetap menjadi sinyal bahwa permintaan pasar perhiasan belum sepenuhnya pulih secara merata di seluruh segmen kadar.
Hartadinata Abadi Tahan Harga, Pasar Dibaca Lebih Hati-hati
Berbeda dengan Raja Emas, Hartadinata Abadi memilih menjaga kestabilan harga di hampir semua kadar. Tidak ada perubahan signifikan yang tercatat pada perdagangan pagi ini.
Harga yang tercatat antara lain:
-
22 Karat: Rp 2.627.000 (stabil)
-
20 Karat: Rp 2.576.000 (stabil)
-
17 Karat: Rp 2.295.000 (stabil)
-
16 Karat: Rp 2.168.000 (stabil)
-
9 Karat: Rp 1.454.000 (stabil)
-
8 Karat: Rp 1.339.000 (stabil)
-
6 Karat: Rp 1.148.000 (stabil)
Stabilnya harga di Hartadinata Abadi mencerminkan strategi bertahan di tengah ketidakpastian permintaan ritel, sekaligus menjaga margin di sektor perhiasan yang sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan baku.
Laku Emas CMK Group Juga Stabil, Pasar Tunggu Sinyal Baru
Sementara itu, Laku Emas (CMK Group) juga mencatat kondisi stabil di seluruh lini kadar emas perhiasan.
Tidak ada perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya, menandakan pasar masih menunggu katalis baru.
Rincian harga Laku Emas:
-
24 Karat: Rp 2.504.000 (stabil)
-
23 Karat: Rp 2.152.000 (stabil)
-
22 Karat: Rp 2.058.000 (stabil)
-
21 Karat: Rp 1.968.000 (stabil)
-
20 Karat: Rp 1.873.000 (stabil)
-
19 Karat: Rp 1.777.000 (stabil)
-
18 Karat: Rp 1.682.000 (stabil)
-
17 Karat: Rp 1.587.000 (stabil)
-
16 Karat: Rp 1.492.000 (stabil)
-
15 Karat: Rp 1.399.000 (stabil)
-
14 Karat: Rp 1.305.000 (stabil)
-
13 Karat: Rp 1.212.000 (stabil)
-
12 Karat: Rp 1.116.000 (stabil)
Tekanan Global dan Kurs Jadi Penentu Arah Harga
Pergerakan harga emas perhiasan di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari dinamika global.
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perubahan kebijakan suku bunga bank sentral, serta permintaan emas dari industri perhiasan internasional masih menjadi faktor utama yang menentukan arah harga.
Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see, terutama menjelang rilis data ekonomi global yang berpotensi memicu volatilitas baru.
Investor dan Konsumen Diminta Lebih Cermat
Dengan kondisi pasar yang bergerak tidak seragam seperti saat ini, investor maupun pembeli emas perhiasan disarankan untuk lebih cermat membaca momentum.
Perbedaan harga antar penyedia juga membuka peluang arbitrase, namun sekaligus menuntut ketelitian dalam memilih waktu transaksi.
Pasar emas perhiasan diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan sentimen global yang belum menunjukkan arah yang benar-benar stabil. (*)
Editor : Ali Sodiqin