Kisah Inspiratif Nia Anggraini, Usaha Tahu Rumahan Tumbuh Berkat PNM Mekaar dan Dukungan BRI

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 09:09 WIB
Kisah Nia Anggraini bangun usaha tahu dari rumah. Berkembang berkat PNM Mekaar dan BRI, kini jadi tulang punggung keluarga. (foto: BRI)
Kisah Nia Anggraini bangun usaha tahu dari rumah. Berkembang berkat PNM Mekaar dan BRI, kini jadi tulang punggung keluarga. (foto: BRI)

RADARBANYUWANGI.ID – Di balik berkembangnya usaha kecil, selalu tersimpan cerita tentang perjuangan, ketekunan, dan harapan. Hal itu tergambar jelas dari perjalanan Nia Anggraini, perempuan asal Purwogondo, Kartasura, yang sukses mengembangkan usaha tahu rumahan hingga menjadi sumber penghidupan utama keluarganya.

Perjalanan Nia tidak dimulai dari dunia usaha. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tenaga pemasaran. Namun, titik balik kehidupannya datang saat menjalani cuti melahirkan. Di masa itulah, ia mulai merintis usaha tahu secara sederhana dari rumah.

Awalnya, usaha tersebut hanya menjadi kegiatan pengisi waktu. Namun, tanpa disangka, usaha kecil itu justru berkembang pesat dan membuka jalan baru bagi masa depannya.

Dari Dapur Rumah ke Sumber Penghasilan Utama

Sebagai perempuan, Nia harus menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, sekaligus pelaku usaha. Proses produksi tahu yang membutuhkan ketelatenan menjadi tantangan tersendiri, terlebih harus dibagi dengan tanggung jawab rumah tangga.

Namun, dengan ketekunan dan konsistensi, usahanya terus berkembang. Dari skala kecil, kini produk tahu yang dihasilkan mampu menjangkau lebih banyak pelanggan di sekitar wilayahnya.

Usaha yang dirintis sejak 2014 itu kini dikelola bersama suami dan anggota keluarga lainnya. Selain menjadi sumber penghasilan utama, usaha ini juga menopang kebutuhan rumah tangga, termasuk pendidikan anak.

Titik Balik Bersama PNM Mekaar

Perjalanan usaha Nia semakin berkembang setelah bergabung dengan program PNM Mekaar. Ketertarikannya muncul dari lingkungan sekitar, di mana banyak tetangganya merasakan manfaat program tersebut, terutama saat pandemi COVID-19.

Bagi Nia, PNM Mekaar bukan sekadar akses pembiayaan. Lebih dari itu, program ini membuka peluang memperluas jaringan usaha.

“Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ungkapnya.

Jejaring tersebut membantu memperkuat pemasaran sekaligus meningkatkan pengelolaan usaha secara lebih profesional.

Ikut Inkubasi, Naik Kelas

Salah satu momen penting dalam perjalanan usahanya terjadi saat ia terpilih mengikuti Senyum Incubation Program pada 2024 di Rumah BUMN Yogyakarta.

Program ini merupakan hasil sinergi sejumlah BUMN seperti Bank Rakyat Indonesia, PNM, dan Pegadaian.

Selama empat bulan, Nia mendapatkan berbagai pelatihan mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pengembangan usaha. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membawa usahanya naik ke level yang lebih tinggi.

Dukungan Bertahan di Masa Sulit

Saat pandemi COVID-19 melanda, banyak pelaku usaha kecil mengalami tekanan, termasuk usaha tahu milik Nia. Pembatasan aktivitas sempat mengganggu distribusi dan penjualan.

Namun, dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar menjadi penopang utama agar usahanya tetap berjalan. Ia tetap mampu mempertahankan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar.

Perempuan dan Kemandirian Ekonomi

Bagi Nia, kemandirian finansial bukan sekadar soal penghasilan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bentuk kontribusi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa meninggalkan peran utamanya di rumah.

“Perempuan bisa punya penghasilan sendiri sekaligus tetap menjalankan peran di keluarga,” ujarnya.

Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perempuan mampu berdaya melalui usaha kecil yang dikelola dengan tekun.

Peran Holding Ultra Mikro

Di sisi lain, ekosistem pemberdayaan yang dibangun dalam Holding Ultra Mikro menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas dalam skala usaha.

Direktur Micro Bank Rakyat Indonesia, Akhmad Purwakajaya, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan melalui sinergi bersama PNM dan Pegadaian.

“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem terintegrasi, tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat keluarga maupun nasional.

Harapan dan Pesan Inspiratif

Ke depan, Nia berharap usahanya terus berkembang dan mampu memperluas lini bisnis. Ia juga berharap program seperti PNM Mekaar dan dukungan dari BRI terus hadir untuk memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia.

Menutup kisahnya, Nia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna:

“Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan.”

Kisah Nia Anggraini menjadi bukti bahwa dari usaha sederhana seperti tahu, perempuan Indonesia mampu menciptakan dampak besar—tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
PNM Mekaar usaha tahu rumahan kisah UMKM perempuan Nia Anggraini BRI ultra mikro