RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas perhiasan di sejumlah penyedia ternama terpantau stabil pada perdagangan Rabu pagi (15/4/2026). Stabilnya harga ini terjadi di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, serta Laku Emas.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya calon pembeli maupun investor emas perhiasan yang tengah menanti momentum terbaik untuk bertransaksi. Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi berbagai faktor global.
Di antaranya permintaan industri perhiasan dunia, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Faktor-faktor tersebut membuat harga emas cenderung dinamis meskipun dalam beberapa hari terakhir relatif stabil.
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan untuk berbagai kadar karat tidak mengalami perubahan. Untuk emas 24 karat, harga berada di level Rp2.250.000 per gram.
Sementara itu, emas 23 karat dijual Rp2.122.000 per gram, dan 22 karat Rp2.029.000 per gram. Untuk kadar 21 karat, harga berada di Rp1.938.000 per gram.
Adapun untuk kadar lebih rendah, harga emas 20 karat dipatok Rp1.845.000, 19 karat Rp1.752.000, dan 18 karat Rp1.661.000 per gram. Sedangkan emas 17 hingga 12 karat masing-masing dijual mulai dari Rp1.568.000 hingga Rp1.108.000 per gram.
Berikut Rinciannya:
- 24 Karat: Rp 2.250.000 (Stabil)
- 23 Karat: Rp 2.122.000 (Stabil)
- 22 Karat: Rp 2.029.000 (Stabil)
- 21 Karat: Rp 1.938.000 (Stabil)
- 20 Karat: Rp 1.845.000 (Stabil)
- 19 Karat: Rp 1.752.000 (Stabil)
- 18 Karat: Rp 1.661.000 (Stabil)
- 17 Karat: Rp 1.568.000 (Stabil)
- 16 Karat: Rp 1.476.000 (Stabil)
- 15 Karat: Rp 1.385.000 (Stabil)
- 14 Karat: Rp 1.292.000 (Stabil)
- 13 Karat: Rp 1.199.000 (Stabil)
- 12 Karat: Rp 1.108.000 (Stabil)
Harga Emas di Hartadinata Abadi
Sementara itu, Hartadinata Abadi juga mencatat harga stabil pada seluruh produknya. Emas perhiasan 22 karat dijual Rp2.627.000 per gram, menjadi salah satu yang tertinggi di kategori tersebut.
Untuk kadar 20 karat, harga berada di Rp2.576.000 per gram. Sedangkan 17 karat dipatok Rp2.295.000 dan 16 karat Rp2.168.000 per gram.
Pada kategori kadar rendah, emas 9 karat dijual Rp1.454.000, 8 karat Rp1.339.000, dan 6 karat Rp1.148.000 per gram.
Berikut rinciannya:
- 22 Karat: Rp 2.627.000 (Stabil)
- 20 Karat: Rp 2.576.000 (Stabil)
- 17 Karat: Rp 2.295.000 (Stabil)
- 16 Karat: Rp 2.168.000 (Stabil)
- 9 Karat: Rp 1.454.000 (Stabil)
- 8 Karat: Rp 1.339.000 (Stabil)
- 6 Karat: Rp 1.148.000 (Stabil)
Daftar Harga di Laku Emas
Di sisi lain, Laku Emas yang merupakan bagian dari CMK Group juga mempertahankan harga stabil.
Emas 24 karat dibanderol Rp2.469.000 per gram. Sementara 23 karat Rp2.121.000 dan 22 karat Rp2.029.000 per gram.
Untuk kadar 21 hingga 18 karat, harga berkisar antara Rp1.940.000 hingga Rp1.658.000 per gram. Sedangkan kadar 17 hingga 12 karat dijual mulai Rp1.564.000 hingga Rp1.100.000 per gram.
Berikut rinciannya:
- 24 Karat: Rp 2.469.000 (Stabil)
- 23 Karat: Rp 2.121.000 (Stabil)
- 22 Karat: Rp 2.029.000 (Stabil)
- 21 Karat: Rp 1.940.000 (Stabil)
- 20 Karat: Rp 1.846.000 (Stabil)
- 19 Karat: Rp 1.752.000 (Stabil)
- 18 Karat: Rp 1.658.000 (Stabil)
- 17 Karat: Rp 1.564.000 (Stabil)
- 16 Karat: Rp 1.471.000 (Stabil)
- 15 Karat: Rp 1.379.000 (Stabil)
- 14 Karat: Rp 1.286.000 (Stabil)
- 13 Karat: Rp 1.194.000 (Stabil)
- 12 Karat: Rp 1.100.000 (Stabil)
Momentum Tepat untuk Transaksi
Stabilnya harga emas perhiasan saat ini dinilai sebagai peluang bagi masyarakat untuk membeli tanpa khawatir lonjakan harga dalam jangka pendek. Namun demikian, para investor tetap disarankan mencermati tren global sebelum mengambil keputusan.
Emas perhiasan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi instrumen investasi alternatif yang cukup diminati. Dengan tren harga yang fluktuatif, pemantauan rutin menjadi kunci untuk mendapatkan nilai optimal, baik saat membeli maupun menjual kembali.
Ke depan, pergerakan harga emas diprediksi masih akan dipengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk inflasi dan kebijakan moneter negara-negara besar. (*)
Editor : Ali Sodiqin