Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Modal Usaha Makin Mudah, Cicilan KUR BRI 2026 Mulai Rp19 Ribu per Bulan

Ali Sodiqin • Selasa, 14 April 2026 | 13:30 WIB
ILUSTRASI angsuran KUR BRI 2026.
ILUSTRASI angsuran KUR BRI 2026.

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah kebutuhan modal usaha yang terus meningkat, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 kembali menjadi pilihan utama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bunga rendah sebesar 6 persen per tahun, plafon pinjaman hingga Rp500 juta, serta tenor cicilan yang fleksibel membuat program ini tetap menjadi tulang punggung pembiayaan sektor produktif nasional. 

Tingginya minat terhadap KUR BRI tidak lepas dari kondisi pelaku usaha yang semakin selektif memilih sumber pendanaan.

Di tengah ketatnya akses pembiayaan komersial, program subsidi bunga dari pemerintah ini dinilai menjadi solusi paling realistis bagi UMKM yang ingin menambah modal kerja maupun investasi usaha.

BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia kembali membuka akses pembiayaan sepanjang 2026 dengan dua skema utama, yakni KUR Mikro dan KUR Kecil. 

Untuk KUR Mikro, plafon pinjaman diberikan hingga Rp50 juta tanpa agunan tambahan.

Sementara KUR Kecil menyasar kebutuhan pembiayaan yang lebih besar, mulai di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan syarat agunan sesuai ketentuan bank.

Program ini disebut menjadi favorit karena skema cicilan yang ringan.


Daftar Angsuran KUR BRI

Plafon Rp1.000.000

Plafon Rp5.000.000

Plafon Rp10.000.000

Plafon Rp15.000.000

Plafon Rp20.000.000

Plafon Rp25.000.000

Plafon Rp30.000.000

Plafon Rp35.000.000

Plafon Rp40.000.000

Plafon Rp45.000.000

Plafon Rp50.000.000


Skema ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan beban cicilan dengan arus kas bisnis mereka.

Dari sisi ekonomi makro, keberadaan KUR menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga pertumbuhan UMKM.

Pemerintah menargetkan penyaluran KUR nasional tahun 2026 mencapai lebih dari Rp300 triliun, dengan fokus besar pada sektor produksi seperti pertanian, perdagangan, dan industri kecil. 

BRI sendiri mencatat penyaluran KUR sebelumnya mencapai ratusan triliun rupiah dengan jutaan debitur aktif.

Dominasi sektor produksi menunjukkan bahwa program ini tidak sekadar membantu likuiditas usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi riil. 

Dari sisi persyaratan, calon debitur wajib memiliki usaha aktif minimal enam bulan.

Dokumen dasar yang harus dilampirkan antara lain:

Pelaku usaha juga tidak boleh sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit. 

Pengajuan kini juga semakin mudah.

Selain datang langsung ke kantor cabang BRI, calon nasabah dapat mengajukan melalui kanal online resmi.

Proses digital ini dinilai mempercepat verifikasi data serta memudahkan survei usaha oleh petugas bank. 

Meski demikian, di tengah tingginya minat, tantangan utama tetap ada pada kelayakan usaha dan kemampuan membayar.

Bank tetap akan melakukan survei lapangan untuk memastikan usaha benar-benar berjalan dan memiliki prospek.

Karena itu, pelaku UMKM diminta mempersiapkan dokumen dan laporan usaha dengan baik agar proses persetujuan berjalan lancar.

Dengan bunga rendah, tenor panjang hingga 60 bulan, dan plafon besar, KUR BRI 2026 diperkirakan tetap menjadi sumber modal favorit UMKM di tengah kebutuhan ekspansi usaha yang terus meningkat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#plafon KUR Rp500 juta #Cicilan KUR BRI #kur bri 2026 #modal usaha umkm #Bunga KUR 6 Persen