Harga Cabai dan Bawang di Pasar Banyuwangi Naik-Turun, Cabai Merah Tembus Rp 35 Ribu per Kg usai Lebaran

Akbar Maulana • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 15:30 WIB
NAIK-TURUN HARGA: Pedagang menggelar aneka jenis bumbu masakan di Pasar Banyuwangi, Jumat (10/4). (Akbar Maulana/Radar Banyuwangi)
NAIK-TURUN HARGA: Pedagang menggelar aneka jenis bumbu masakan di Pasar Banyuwangi, Jumat (10/4). (Akbar Maulana/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Fluktuasi harga bahan pokok kembali terjadi di Pasar Banyuwangi, Jumat (10/4). Kali ini, pergerakan harga komoditas dapur menunjukkan tren yang bertolak belakang. Saat harga cabai merah mengalami kenaikan, cabai rawit justru turun. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas bawang.

Di tengah menurunnya daya beli masyarakat pasca-Idulfitri, harga sejumlah kebutuhan pokok masih bergerak dinamis. Fenomena naik-turunnya harga ini menjadi perhatian pedagang dan konsumen karena berpengaruh langsung pada belanja rumah tangga harian.

Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi, Igun, 62, mengatakan harga cabai merah mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Kemarin, cabai merah dijual Rp 35 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

“Cabai merah sekarang Rp 35 ribu, sebelumnya masih Rp 30 ribu per kilo,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya.

Kenaikan harga cabai merah tersebut berbanding terbalik dengan harga cabai rawit yang justru mengalami penurunan.

Pedagang lain, Misriya, 65, menjelaskan cabai rawit turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram. Penurunan ini dinilai cukup signifikan mengingat cabai rawit termasuk komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan.

Menurut dia, cabai dan bawang merupakan dua komoditas yang paling sering mengalami fluktuasi harga di pasar tradisional.

“Cabai merah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilo, sedangkan cabai rawit turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp 75 ribu,” katanya.

Tidak hanya cabai, pergerakan harga juga terjadi pada komoditas bawang.

Harga bawang merah tercatat mengalami penurunan dari Rp 45 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Sebaliknya, bawang putih justru bergerak naik. Harga komoditas tersebut meningkat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan adanya pola fluktuasi yang tidak seragam di antara komoditas dapur utama, meskipun berada dalam satu periode perdagangan yang sama.

Misriya menilai perubahan harga tersebut dipengaruhi kondisi pasokan yang mulai membaik usai momen Lebaran.

Stok barang yang masuk ke pasar disebut semakin banyak, sementara permintaan konsumen mulai menurun setelah puncak belanja pada masa Idulfitri.

“Turunnya harga karena stok makin banyak, sedangkan pembeli sudah tidak sebanyak saat Lebaran,” terangnya.

Pasca-Idulfitri, pola konsumsi masyarakat memang cenderung menurun dibandingkan sebelum dan saat hari raya. Hal ini berdampak langsung pada harga komoditas yang sangat bergantung pada keseimbangan stok dan permintaan.

Meski demikian, kenaikan harga cabai merah dan bawang putih tetap menjadi perhatian karena dua komoditas ini termasuk kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Fluktuasi harga di Pasar Banyuwangi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, mengikuti arus distribusi pasokan dari sentra produksi serta tingkat konsumsi masyarakat.

Pedagang berharap harga segera stabil agar daya beli konsumen kembali pulih dan aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap ramai. (mg1/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
harga sembako Banyuwangi harga cabai Banyuwangi harga bawang Banyuwangi Pasar Banyuwangi hari ini cabai merah naik