Pariwisata Dongkrak Ekonomi Banyuwangi 5,65 Persen, Hipmi: Kebijakan Bupati Ipuk Terbukti Tepat

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 11:30 WIB
DESTINASI FAVORIT: Bupati Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke Pulau Bedil, Kecamatan Pesanggaran beberapa waktu lalu. (DINI for Radar Banyuwangi)
DESTINASI FAVORIT: Bupati Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke Pulau Bedil, Kecamatan Pesanggaran beberapa waktu lalu. (DINI for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 yang mencapai 5,65 persen mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti keberhasilan kebijakan Bupati Ipuk Fiestiandani dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah berjuluk The Sunrise of Java.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sepanjang Januari–Desember 2025 melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.

Jawa Timur tercatat tumbuh 5,33 persen, sedangkan nasional berada di angka 5,11 persen.

Semua Sektor Tumbuh Positif

Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah didukung oleh kinerja positif seluruh sektor usaha.

“Pada 2025 perekonomian Banyuwangi tumbuh dengan baik yang ditopang oleh pertumbuhan semua sektor usaha,” ujarnya.

Menurutnya, sektor jasa menjadi yang paling menonjol, khususnya pariwisata yang mencatat pertumbuhan hingga 8,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan sebesar 8,4 persen.

Hal ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat melalui berbagai moda transportasi, seperti kereta api, bus, dan pesawat.

Lonjakan Wisatawan Jadi Kunci

Tingginya pertumbuhan sektor pariwisata tidak lepas dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

BPS mencatat kenaikan sebesar 8,26 persen, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lonjakan ini memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor lain, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Banyak orang datang ke Banyuwangi, sehingga membuka peluang usaha baru, terutama bagi anak muda di desa-desa,” ujar Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi, Ferdy Elfian.

Pariwisata Berbasis Komunitas Dinilai Tepat

Ferdy menilai strategi pembangunan yang menempatkan pariwisata sebagai payung besar ekonomi daerah merupakan langkah yang tepat.

Terlebih, pendekatan yang digunakan berbasis komunitas dan desa wisata.

“Kebijakan Bupati Ipuk Fiestiandani menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi dengan fokus berkelanjutan dan berbasis komunitas sangat tepat,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat desa.

Pertanian Tetap Jadi Tulang Punggung

Meski pariwisata menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, sektor pertanian masih menjadi kontributor utama dalam struktur ekonomi Banyuwangi.

BPS mencatat sektor pertanian tumbuh 4,36 persen dengan indikator peningkatan produksi gabah kering giling yang mencapai 15,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor perdagangan dan konstruksi juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Investasi dan Lapangan Kerja Meningkat

Abdus Salam menambahkan bahwa realisasi investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN), mengalami peningkatan sepanjang 2025.

Menariknya, tidak ada satu pun sektor lapangan usaha di Banyuwangi yang mengalami kontraksi.

“Semua sektor tumbuh, ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah cukup kuat,” ujarnya.

Peran Anak Muda Kian Dominan

Kebijakan pembangunan daerah juga dinilai berhasil menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor produktif, termasuk pertanian.

Program seperti “Jagoan Tani” menjadi salah satu stimulus yang mendorong keterlibatan anak muda dalam sektor agrikultur dan turunannya.

“Saat ini banyak anak muda Banyuwangi yang tertarik terjun di dunia pertanian. Ini dampak positif dari kebijakan yang konsisten,” imbuh Ferdy.

Prospek Ekonomi Banyuwangi

Dengan tren pertumbuhan yang positif dan dukungan berbagai sektor, Banyuwangi dinilai memiliki prospek ekonomi yang cerah ke depan.

Sinergi antara pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa strategi pembangunan berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
ekonomi Banyuwangi 2025 pertumbuhan ekonomi daerah bupati ipuk Hipmi Banyuwangi pariwisata banyuwangi