Disclaimer: Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan karena harga dapat berubah sewaktu-waktu.
RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas batangan produksi Antam yang dipasarkan melalui Pegadaian terpantau mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 10 April 2026.
Koreksi tajam ini mencapai Rp52.000 per gram dan langsung menyita perhatian pelaku pasar serta investor logam mulia.
Penurunan tersebut membuat harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.964.000.
Angka ini turun dari posisi sebelumnya dan membuka peluang bagi investor yang tengah mencari momentum untuk melakukan pembelian di saat harga terkoreksi.
Tidak hanya ukuran 1 gram, penurunan juga terjadi pada pecahan lainnya. Untuk ukuran 0,5 gram, harga emas Antam turun Rp26.000 menjadi Rp1.534.000 pada pukul 07.00 WIB.
Harga Buyback Ikut Turun
Selain harga jual, data dari Pegadaian juga menunjukkan bahwa harga buyback atau harga jual kembali turut mengalami penurunan.
Untuk emas Antam ukuran 0,5 gram, harga buyback berada di level Rp1.342.000. Sementara itu, ukuran 1 gram memiliki harga buyback sebesar Rp2.685.000.
Penurunan pada harga buyback ini menjadi perhatian penting bagi investor yang sudah memiliki emas dan mempertimbangkan untuk menjual kembali.
Selisih antara harga jual dan buyback (spread) tetap menjadi faktor krusial dalam menentukan potensi keuntungan.
Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian
Berikut daftar harga emas Antam per Jumat, 10 April 2026:
-
0,5 gram
-
Harga jual: Rp1.534.000
-
Harga buyback: Rp1.342.000
-
-
1 gram
-
Harga jual: Rp2.964.000
-
Harga buyback: Rp2.685.000
-
-
2 gram
-
Harga jual: Rp5.869.000
-
Harga buyback: Rp5.370.000
-
-
3 gram
-
Harga jual: Rp8.784.000
-
Harga buyback: Rp8.055.000
-
-
5 gram
-
Harga jual: Rp14.599.000
-
Harga buyback: Rp13.425.000
-
-
10 gram
-
Harga jual: Rp29.135.000
-
Harga buyback: Rp26.850.000
-
-
25 gram
-
Harga jual: Rp72.766.000
-
Harga buyback: Rp67.125.000
-
Struktur harga ini menunjukkan pola umum investasi emas, di mana harga buyback selalu lebih rendah dari harga jual sebagai bentuk spread transaksi.
Emas Lain Juga Ikut Terkoreksi
Fenomena penurunan harga tidak hanya terjadi pada emas Antam. Produk lain seperti Galeri24 dan UBS juga mengalami koreksi pada hari yang sama.
Harga emas Galeri24 tercatat Rp1.503.000 untuk ukuran 0,5 gram dan Rp2.865.000 untuk ukuran 1 gram.
Sementara itu, emas UBS berada di level Rp1.556.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.879.000 untuk 1 gram.
Hal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif sedang menyelimuti pasar emas secara keseluruhan.
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Penurunan harga emas tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor makroekonomi global turut memengaruhi pergerakan logam mulia ini, di antaranya:
-
Penguatan dolar Amerika Serikat
-
Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral seperti Federal Reserve
-
Pergerakan inflasi global
-
Sentimen investor terhadap aset berisiko
Ketika suku bunga meningkat, instrumen seperti obligasi menjadi lebih menarik, sehingga dana investor cenderung beralih dari emas.
Strategi Investasi di Tengah Penurunan
Penurunan harga seperti saat ini sering dimanfaatkan investor sebagai peluang akumulasi. Strategi “buy on dip” atau membeli saat harga turun menjadi salah satu pendekatan yang umum digunakan.
Namun demikian, keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
Investor jangka panjang cenderung melihat penurunan sebagai peluang, sementara investor jangka pendek perlu lebih berhati-hati terhadap volatilitas.
Diversifikasi portofolio juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven), meski tidak memberikan imbal hasil pasif seperti dividen atau bunga.
Prospek Emas ke Depan
Meski harga emas Antam mengalami penurunan pada hari ini, prospek jangka panjangnya masih dinilai positif oleh banyak analis.
Emas tetap menjadi aset yang diminati, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Namun, volatilitas harga tetap menjadi risiko yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, memahami dinamika pasar dan disiplin dalam berinvestasi menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan keuntungan dari emas.
Dengan kondisi harga yang sedang terkoreksi, momentum ini bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk pasar—tentu dengan perhitungan yang matang dan strategi yang tepat. (*)
Editor : Ali Sodiqin