Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Inflasi Banyuwangi Maret 2026 Terkendali Saat Ramadan-Idulfitri, Lebih Rendah dari Jatim dan Nasional

Ali Sodiqin • Jumat, 10 April 2026 | 02:00 WIB
Inflasi Banyuwangi Maret 2026 hanya 0,37 persen, lebih rendah dari Jatim dan nasional. Stabilitas harga terjaga selama Ramadan dan Idulfitri. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Inflasi Banyuwangi Maret 2026 hanya 0,37 persen, lebih rendah dari Jatim dan nasional. Stabilitas harga terjaga selama Ramadan dan Idulfitri. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Laju inflasi di Banyuwangi selama Maret 2026 terpantau tetap terkendali meski bertepatan dengan momentum bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang biasanya memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Banyuwangi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,37 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,38 persen serta inflasi nasional sebesar 0,94 persen pada periode yang sama.

Capaian ini menunjukkan keberhasilan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan suci.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi daerah.

“Ini berkat kerja sama kolaboratif banyak pihak, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, TNI, Polri, hingga jajaran Pemkab Banyuwangi yang bekerja keras menjaga stabilitas harga,” ujarnya, Rabu (6/4/2026).

Menurut Ipuk, upaya bersama tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menjelaskan bahwa selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri memang terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

“Meski sempat terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, Banyuwangi tetap mampu mengendalikan laju inflasi selama Maret,” katanya.

Ia merinci, inflasi pada Maret 2026 didorong oleh kenaikan harga beberapa bahan pokok seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, serta daging sapi.

Peningkatan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama Ramadan.

Selain itu, tingginya kebutuhan energi rumah tangga juga turut berpengaruh.

Permintaan LPG yang meningkat hingga akhir Maret menyebabkan kenaikan harga di sejumlah wilayah, seiring keterbatasan pasokan di pasaran.

“Permintaan LPG yang sangat tinggi menyebabkan harga ikut naik di berbagai daerah,” jelas Salam.

Faktor eksternal juga turut memengaruhi kondisi inflasi. Situasi global, termasuk kenaikan harga bahan bakar non-subsidi akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, memberikan dampak terhadap inflasi baik di tingkat daerah maupun nasional.

Meski demikian, inflasi Banyuwangi tetap terkendali berkat langkah aktif pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi bersama Satgas Pangan secara rutin melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan.

Program ini memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Tak hanya itu, operasi pasar khusus LPG 3 kilogram juga digelar di sejumlah titik untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan distribusi berjalan lancar sesuai ketentuan.

“Upaya-upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan,” terang Salam.

Dengan capaian inflasi yang lebih rendah dibandingkan provinsi dan nasional, Banyuwangi dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan musiman.

Ke depan, sinergi antarinstansi diharapkan terus diperkuat guna menjaga daya tahan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#inflasi Banyuwangi 2026 #Ramadan Idulfitri #TPID Banyuwangi #bps banyuwangi #harga bahan pokok