Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Inspiratif Disabilitas Rungu di Semarang, Madinasalma Fashion Tembus Pasar Lewat Desain Elegan dan Digitalisasi Bersama Bersama LinkUMKM BRI

Ali Sodiqin • Kamis, 9 April 2026 | 17:58 WIB
Madinasalma Fashion karya disabilitas rungu Semarang berkembang lewat desain elegan dan dukungan LinkUMKM hingga tembus pasar digital. (foto: BRI)
Madinasalma Fashion karya disabilitas rungu Semarang berkembang lewat desain elegan dan dukungan LinkUMKM hingga tembus pasar digital. (foto: BRI)

RADARBANYUWANGI.ID – Kebutuhan masyarakat terhadap busana yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu mencerminkan karakter serta meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor fashion.

Di tengah peluang tersebut, sosok inspiratif hadir dari Kota Semarang. Seorang perempuan penyandang disabilitas rungu dan wicara berhasil mengembangkan usaha fashion bernama Madinasalma Fashion dengan desain elegan, unik, dan berkarakter.

Usaha ini menghadirkan berbagai produk fashion yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memberikan sentuhan personal bagi penggunanya. Madinasalma Fashion menyediakan produk ready-to-wear (RTW) serta layanan couture sesuai permintaan pelanggan.

Dengan konsep tersebut, pelanggan dapat memilih produk jadi maupun memesan desain khusus yang lebih eksklusif sesuai keinginan. Desain yang ditawarkan mengusung konsep simpel, elegan, dan kekinian, dengan bahan yang nyaman serta tampilan yang tidak pasaran.

Pemilik Madinasalma Fashion, Madinah Salma Tsuraya, menuturkan bahwa usaha yang ia rintis berawal dari hobi pribadi di bidang fashion.

“Madinasalma Fashion berawal dari hobi di bidang fashion dan keinginan punya usaha sendiri. Mulai sekitar tahun 2022, dari skala kecil secara offline, lalu berkembang dengan konsistensi dan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut terus berkembang. Tidak hanya mengandalkan penjualan offline, Madinasalma Fashion juga mulai memperluas pemasaran melalui platform digital dan social commerce.

Langkah ini menjadi salah satu kunci pertumbuhan usaha, terutama dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Madinah juga memanfaatkan platform LinkUMKM sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI dari teman. Saya tertarik untuk bergabung karena melihat banyak manfaat yang ditawarkan, terutama dalam hal edukasi bisnis dan dukungan untuk UMKM agar bisa berkembang lebih modern dan digital,” ungkapnya.

Melalui LinkUMKM, Madinasalma Fashion mendapatkan pelatihan digital marketing serta pengelolaan usaha. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas promosi dan pertumbuhan jumlah pesanan.

Dalam operasional sehari-hari, usaha ini juga memanfaatkan layanan perbankan dari BRI seperti QRIS dan tabungan usaha. Fasilitas tersebut memudahkan transaksi menjadi lebih praktis dan cepat, sekaligus membantu pengelolaan keuangan yang lebih tertata.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Platform ini menjadi sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

LinkUMKM sendiri memiliki enam fitur utama yang saling terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, tersedia lebih dari 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong pemberdayaan UMKM secara inklusif dan berkelanjutan.

“Pengalaman Madinasalma Fashion menunjukkan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, pelaku usaha tetap memiliki peluang untuk berkembang dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan ekosistem digital seperti LinkUMKM memungkinkan pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis secara lebih terarah.

“Ke depan, BRI akan terus memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya.

Kisah Madinasalma Fashion menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya.

Dengan inovasi, konsistensi, serta pemanfaatan teknologi digital, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Madinasalma Fashion #UMKM Semarang #fashion disabilitas #LinkUMKM BRI #Digitalisasi UMKM