Harga Cabai Merah di Banyuwangi Naik Signifikan, Cabai Rawit Justru Turun hingga Rp 75 Ribu per Kg

Akbar Maulana • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 16:30 WIB
JUAL BELI: Konsumen membeli cabai dan aneka bumbu masakan yang dijajakan pedagang di Pasar Banyuwangi Rabu (8/4). (Akbar Maulana/Radar Banyuwangi)
JUAL BELI: Konsumen membeli cabai dan aneka bumbu masakan yang dijajakan pedagang di Pasar Banyuwangi Rabu (8/4). (Akbar Maulana/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Fluktuasi harga komoditas cabai kembali terjadi di pasar tradisional Banyuwangi. Perkembangan terbaru menunjukkan harga cabai merah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Namun, di saat bersamaan, harga cabai rawit justru bergerak turun.

Kondisi ini menjadi perhatian para pedagang maupun konsumen, mengingat cabai merupakan salah satu bahan pokok yang hampir selalu dibutuhkan dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi, Eva, 42, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai merah dipicu oleh tingginya permintaan dari konsumen, sementara persediaan barang di pasar relatif terbatas.

“Permintaan sedang tinggi, sedangkan stok yang tersedia sedikit. Itu yang membuat harga cabai merah naik,” ujarnya, Rabu (8/4).

Menurut Eva, sebelumnya harga cabai merah masih berada di angka Rp 30 ribu per kilogram (kg). Namun dalam beberapa hari terakhir, harga komoditas tersebut naik menjadi Rp 35 ribu per kg.

Ia menjelaskan, kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak Senin (6/4) dan hingga Rabu (8/4) harga masih bertahan di level tersebut.

“Kenaikan harga cabai merah sudah terjadi sejak Senin dan sampai hari ini masih bertahan,” katanya.

Sementara itu, kondisi berbeda justru terjadi pada cabai rawit. Harga komoditas yang identik dengan rasa pedas menyengat ini mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Eva menyebutkan, turunnya harga cabai rawit dipengaruhi oleh stok yang melimpah di pasaran, sementara tingkat permintaan dari pembeli tidak setinggi cabai merah.

“Untuk cabai rawit stoknya banyak, tapi pembelinya tidak sebanyak cabai merah. Jadi harga turun,” jelasnya.

Saat ini, harga cabai rawit tercatat turun dari Rp 100 ribu per kg menjadi Rp 75 ribu per kg.

Padahal, menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, harga cabai rawit sempat menembus Rp 100 ribu bahkan lebih per kilogram.

Penurunan harga ini dinilai cukup membantu konsumen, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sebelumnya harus menanggung lonjakan biaya bahan baku akibat mahalnya harga cabai rawit.

Meski demikian, Eva mengaku fluktuasi harga komoditas seperti cabai merupakan hal yang lumrah terjadi di pasar tradisional. Perubahan harga bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari stok barang, cuaca, distribusi, hingga tingkat permintaan masyarakat.

“Sebagai pedagang kami hanya bisa mengikuti harga pasar. Ini hal biasa, kami tidak terkejut dengan kenaikan maupun penurunan harga di pasar,” pungkasnya. (mg1/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
harga sembako Banyuwangi harga cabai merah fluktuasi harga cabai pasar banyuwangi harga cabai rawit