Dari Rak Warung Sederhana, Siti Julaeha Sukses Bangun Usaha dan Jadi Agen BRILink di Lebak

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 10:05 WIB
Ditopang sinergi Holding Ultra Mikro, Siti Julaeha sukses kembangkan usaha sambil mengurus rumah tangga. (foto: BRI)
Ditopang sinergi Holding Ultra Mikro, Siti Julaeha sukses kembangkan usaha sambil mengurus rumah tangga. (foto: BRI)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah rak warung sederhana menjadi saksi awal perjalanan usaha seorang ibu rumah tangga, Siti Julaeha, di Kabupaten Lebak, Banten.

Dari tempat kecil itulah, ia memulai langkah berjualan kebutuhan sehari-hari sambil tetap bekerja, dengan harapan bisa menambah penghasilan demi membantu ekonomi keluarga.

Perjalanan usaha Siti bukanlah sesuatu yang instan. Ia memulai semuanya dari langkah kecil pada tahun 2017 dengan bergabung dalam program PNM Mekaar.

Bermodalkan pinjaman awal sebesar Rp2 juta, Siti mulai merintis usaha warung sembako secara sederhana di rumahnya.

Saat itu, ia masih menjalani pekerjaan utama sembari mengelola usaha sampingan.

Namun, situasi berubah drastis ketika pandemi COVID-19 melanda. Siti harus berhenti bekerja dan memilih untuk fokus sepenuhnya pada usaha warungnya.

“Ketika pandemi datang, saya tidak punya pilihan selain fokus ke usaha ini. Awalnya berat, tapi saya tidak menyerah. Justru di masa sulit itu usaha saya mulai berkembang,” ujar Siti mengenang.

Menurutnya, dukungan dari PNM Mekaar sangat terasa, tidak hanya dari sisi permodalan tetapi juga pendampingan usaha dan berbagai pelatihan yang diberikan secara berkelanjutan. Hal ini membuatnya semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

Seiring waktu, warung kecil milik Siti mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pendapatan menjadi lebih stabil, dan ia mulai mampu mengelola keuangan usaha dengan lebih baik.

Salah satu faktor pendukung adalah skema angsuran yang ringan dan terjangkau, sehingga ia tetap bisa memutar modal usaha sambil memenuhi kewajiban pembayaran.

“Dengan angsuran yang ringan, saya masih bisa mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Konsistensi dan kemampuan Siti dalam mengelola usaha menarik perhatian pendamping PNM Mekaar.

Ia kemudian ditawari kesempatan untuk menjadi Agen BRILink, sebuah layanan perbankan yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan secara lebih mudah.

Awalnya, tawaran tersebut dianggap sebagai peluang biasa. Namun, setelah melihat kondisi lingkungan sekitar yang belum memiliki layanan serupa, Siti menyadari potensi besar dari peluang tersebut.

“Di lingkungan saya belum ada Agen BRILink. Padahal kebutuhan transaksi masyarakat cukup tinggi. Dari situ saya yakin ini peluang besar,” jelasnya.

Dengan proses yang relatif mudah dan dukungan pendampingan berkelanjutan, Siti akhirnya memutuskan untuk menjalankan layanan BRILink di samping usaha sembakonya. Keputusan ini terbukti tepat.

Kini, kedua usaha tersebut saling melengkapi. Warung sembako tetap berjalan, sementara layanan BRILink semakin ramai digunakan masyarakat sekitar untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran hingga transfer uang.

Perkembangan usaha Siti pun semakin terlihat nyata. Dari hasil kerja kerasnya, ia kini berhasil memiliki toko sendiri yang terpisah dari rumah tinggalnya.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi lebih besar dengan ketekunan dan dukungan yang tepat.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa melalui perusahaan anak, PNM, pihaknya terus menghadirkan program PNM Mekaar sebagai solusi pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal, dengan memberikan pembiayaan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro menjadi wujud komitmen kami dalam memperluas akses keuangan, khususnya bagi ibu-ibu prasejahtera,” ujarnya.

Hingga Februari 2026, PNM tercatat telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa di seluruh Indonesia.

Selain itu, lebih dari 1,4 juta nasabah PNM Mekaar telah berhasil naik kelas dengan mengakses layanan keuangan yang lebih luas melalui BRI dan Pegadaian.

Tidak hanya itu, lebih dari 420 ribu nasabah PNM Mekaar juga telah bertransformasi menjadi Agen BRILink.

Kehadiran mereka turut berperan dalam mendorong inklusi keuangan serta menggerakkan ekonomi lokal di tingkat komunitas.

Kisah Siti Julaeha menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi program pemberdayaan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang.

Dari sebuah rak warung sederhana, kini ia mampu membangun usaha yang tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
PNM Mekaar Siti Julaeha UMKM Lebak BRILink Agen bri group