RADARBANYUWANGI.ID – Produsen roti ternama PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) kembali menarik perhatian pasar. Perseroan memutuskan membagikan dividen jumbo untuk tahun buku 2025, meski kinerja laba mengalami penurunan signifikan.
Dalam keterbukaan informasi, perusahaan menetapkan total dividen sebesar Rp450 miliar atau setara Rp80,04 per saham. Angka tersebut bahkan melampaui laba bersih yang dibukukan sepanjang tahun 2025.
Laba Turun, Dividen Tetap Besar
Sepanjang 2025, emiten produsen Sari Roti ini mencatat laba bersih sebesar Rp258,52 miliar. Angka itu turun 28,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan laba dipicu oleh melemahnya pendapatan sebesar 4,4 persen serta meningkatnya beban operasional perusahaan.
Meski demikian, manajemen tetap memutuskan membagikan dividen dalam jumlah besar kepada para pemegang saham.
Setelah menyisihkan Rp2 miliar sebagai dana cadangan, perusahaan bahkan harus mengambil tambahan dana dari saldo laba ditahan.
“Mengambil sebesar Rp193,56 miliar dari akumulasi saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya untuk dibagikan sebagai dividen,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (7/4).
Keenam Kalinya Gunakan Laba Ditahan
Berdasarkan data pasar, langkah ini bukan pertama kali dilakukan perusahaan. Sejak tahun buku 2020, ROTI tercatat telah enam kali menggunakan saldo laba ditahan untuk memenuhi pembagian dividen.
Kondisi ini membuat rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) perseroan kembali melampaui 100 persen.
Padahal, hingga Desember 2025, saldo laba ditahan perusahaan masih cukup besar, yakni mencapai Rp1,13 triliun.
Dividend Yield Tembus 10 Persen
Di tengah tekanan kinerja, keputusan pembagian dividen tinggi justru memberikan daya tarik tersendiri bagi investor.
Harga saham ROTI ditutup di level Rp755 per saham pada perdagangan Selasa (7/4), menguat 1,34 persen.
Dengan dividen Rp80,04 per saham, maka imbal hasil dividen (dividend yield) mencapai sekitar 10,6 persen—angka yang tergolong tinggi di pasar saham.
Namun demikian, secara jangka panjang, pergerakan saham ROTI masih berada dalam tren menurun. Dalam lima tahun terakhir, harga sahamnya tercatat telah terkoreksi hingga 44,69 persen.
Struktur Kepemilikan Saham
Dari sisi kepemilikan, saham ROTI dikendalikan oleh PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dan Bonlight Investments Ltd.
Keduanya masing-masing menguasai 25,77 persen dan 20,79 persen saham perseroan. Sementara itu, nama pengusaha besar Anthoni Salim dan Wendy Yap tercatat sebagai penerima manfaat akhir.
Jadwal Pembagian Dividen
Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen tersebut, jadwal penting yang perlu diperhatikan adalah:
-
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 15 April 2026
-
Pembayaran dividen: 24 April 2026
Strategi atau Risiko?
Keputusan membagikan dividen lebih besar dari laba bersih menimbulkan dua perspektif di kalangan pelaku pasar.
Di satu sisi, langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada investor. Namun di sisi lain, penggunaan laba ditahan secara berulang juga memunculkan pertanyaan terkait keberlanjutan strategi tersebut ke depan.
Dengan kondisi kinerja yang masih tertekan, investor kini menanti langkah strategis perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan daya tarik saham di pasar. (*)
Editor : Ali Sodiqin