RADARBANYUWANGI.ID – Aksi jual investor asing terhadap saham BBRI mewarnai perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/4/2026).
Meski demikian, harga saham emiten perbankan pelat merah tersebut masih mampu bertahan di zona hijau.
Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dengan volume mencapai 34.530.779 saham.
Angka tersebut menempatkan BBRI sebagai salah satu saham dengan tekanan jual asing terbesar, tepatnya di posisi keempat.
Harga Tetap Menguat di Tengah Tekanan Jual
Menariknya, di tengah derasnya aksi jual tersebut, saham BBRI justru masih menunjukkan penguatan tipis. Hingga sesi I berakhir, harga saham BBRI naik 0,3 persen ke level Rp3.330 per saham.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Sebanyak 99,9 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 24,8 ribu kali transaksi. Nilai transaksi yang tercatat pun mencapai Rp333,4 miliar.
Kondisi ini mencerminkan masih adanya minat beli dari investor domestik maupun institusi yang mampu menahan tekanan jual asing.
Lanjutan Tren Net Sell Asing
Aksi jual asing terhadap saham BBRI bukanlah fenomena baru. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (2/4/2026), investor asing juga mencatatkan net sell cukup besar, yakni mencapai Rp219,7 miliar.
Tren ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah dinamika global yang masih memengaruhi arus modal asing di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Rekomendasi dan Level Teknikal
Dalam riset terbarunya, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan saham BBRI masih berada dalam rentang konsolidasi.
Untuk jangka pendek, saham BBRI diperkirakan memiliki target harga di kisaran Rp3.367 hingga Rp3.413. Sementara dari sisi teknikal, area support berada di level Rp3.273 hingga Rp3.297.
Level support ini dinilai penting untuk menjaga tren kenaikan jangka pendek. Jika mampu bertahan, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
Sentimen Pasar dan Prospek BBRI
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, kinerja Bank Rakyat Indonesia tetap menjadi sorotan investor. Fundamental yang kuat serta fokus pada segmen UMKM menjadi faktor penopang utama saham ini.
Namun, pergerakan saham dalam jangka pendek tetap dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk arah suku bunga global, nilai tukar rupiah, serta arus dana asing.
Pelaku pasar kini mencermati apakah tekanan jual asing akan berlanjut atau justru berbalik menjadi akumulasi, terutama jika kondisi pasar global mulai stabil.
Investor Diminta Cermat
Dengan kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan teknikal serta sentimen global sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski saham BBRI masih menunjukkan ketahanan, volatilitas tetap berpotensi terjadi dalam jangka pendek seiring pergerakan dana asing yang cukup agresif.
Di sisi lain, bagi investor jangka panjang, koreksi harga kerap dipandang sebagai peluang untuk melakukan akumulasi, terutama pada saham dengan fundamental kuat seperti BBRI. (*)
Editor : Ali Sodiqin