RADARBANYUWANGI.ID – Kinerja ekonomi Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun 2025 kembali menunjukkan tren positif.
Selain nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang meningkat, sejumlah sektor unggulan juga mencatat pertumbuhan signifikan, terutama sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Berdasarkan publikasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi yang dirilis Senin (6/4), nilai PDRB Banyuwangi atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 67,29 triliun.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 63,69 triliun.
Kenaikan tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi di Banyuwangi tumbuh secara riil, tanpa dipengaruhi inflasi.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sepanjang 2025 mencapai 5,65 persen.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produksi di hampir seluruh lapangan usaha.
Bahkan, seluruh sektor ekonomi di Banyuwangi tercatat mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu.
Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menyebutkan bahwa dari 17 kategori lapangan usaha yang ada, semuanya berhasil tumbuh meskipun dengan laju yang berbeda-beda.
“Dari 17 lapangan usaha perekonomian seluruhnya mengalami pertumbuhan positif,” ujarnya.
Di antara berbagai sektor tersebut, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 8,64 persen.
Tak jauh berbeda, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 8,61 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi masih menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Tingginya mobilitas wisatawan serta geliat industri perhotelan dan kuliner turut berkontribusi besar terhadap peningkatan ini.
Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan sebesar 8,40 persen.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Meski seluruh sektor mengalami pertumbuhan positif, beberapa lapangan usaha tercatat mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di antaranya adalah sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; konstruksi; perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor; serta transportasi dan pergudangan.
Selain itu, perlambatan juga terjadi pada sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa perusahaan, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, hingga jasa kesehatan dan kegiatan sosial.
Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika dalam struktur ekonomi daerah, di mana beberapa sektor tetap tumbuh namun dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, capaian pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang tetap berada di atas lima persen mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan.
Sektor pariwisata, khususnya akomodasi dan kuliner, terbukti menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan.
Dengan tren positif ini, Banyuwangi semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di Jawa Timur.
Ke depan, optimalisasi sektor unggulan dan pemerataan pertumbuhan antar sektor diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin