Pertamina Tutup Satgas RAFI 2026, Pasokan Energi Jatim Aman dan Konsumsi BBM Naik 19 Persen

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 18:29 WIB
Pertamina Patra Niaga menutup Satgas RAFI 2026 dengan hasil positif. (Pertamina)
Pertamina Patra Niaga menutup Satgas RAFI 2026 dengan hasil positif. (Pertamina)

RADARBANYUWANGI.ID - Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada 1 April lalu.

Selama periode tersebut, perusahaan memastikan distribusi energi berjalan aman dan lancar, mulai dari arus mudik hingga arus balik Lebaran.

Di wilayah Jawa Timur, mobilitas masyarakat terpantau kondusif.

Data dari Polda Jawa Timur menunjukkan penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain pengaturan lalu lintas, faktor pendukung seperti ketersediaan energi dan fasilitas istirahat turut berkontribusi dalam menekan risiko kecelakaan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan Satgas RAFI tahun ini.

“Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media,” ujarnya.

Selama periode tersebut, terjadi peningkatan konsumsi energi di Jawa Timur.

LPG tercatat naik 6,2 persen dibanding kondisi normal.

Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline melonjak hingga 19 persen dan Avtur meningkat 13 persen.

Di sisi lain, konsumsi gasoil justru mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.

Satgas RAFI 2026 sendiri berlangsung sejak 9 Maret dengan fokus menjaga stabilitas distribusi energi di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan ketersediaan stok energi tetap aman.

“Ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dengan ketahanan antara 8 hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pertamina mengoperasikan infrastruktur yang meliputi 6 terminal BBM, 1.016 SPBU, 33 SPBUN, 969 agen LPG, serta 6 terminal bahan bakar aviasi.

Seluruh operasional dipantau melalui sistem monitoring selama 24 jam penuh.

Tak hanya itu, perusahaan juga menghadirkan layanan tambahan bagi pemudik melalui fasilitas Serambi MyPertamina.

Di Jawa Timur, layanan ini tersedia di SPBU KM 66A Malang–Pandaan dan Bandara Juanda.

Fasilitas tersebut menyediakan berbagai layanan gratis seperti area istirahat, ruang ibu dan anak, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak.

Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas RAFI tahun ini akan menjadi acuan untuk peningkatan layanan ke depan.

“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
satgas rafi pertamina lpg jawa timur bbm