RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan pelaku usaha ultra mikro, perempuan terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Melalui sinergi Holding Ultra Mikro yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian, upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha kecil, terus diperkuat melalui pendampingan intensif dan perluasan akses layanan keuangan formal.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Onih Suryati, nasabah PNM Mekaar sekaligus BRILink Agen di Kabupaten Bandung Barat.
Sejak tahun 2022, Onih mulai mengembangkan usaha berbasis pertanian dan peternakan dengan fokus pada budidaya cacing serta produksi pupuk kascing atau bekas cacing yang bernilai ekonomis tinggi.
Perjalanan usahanya bermula dari persoalan sederhana yang kerap dihadapi peternak, yakni limbah kotoran sapi yang mencemari lingkungan sekitar.
Namun, melalui pelatihan dan pendampingan yang difasilitasi oleh PNM, limbah tersebut justru diubah menjadi peluang usaha baru.
“Awalnya kotoran sapi menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Kemudian, melalui pelatihan dari PNM, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan cacing, dan pupuk kascingnya dimanfaatkan untuk pertanian,” ujar Onih.
Transformasi limbah menjadi produk bernilai tambah ini menjadi titik awal berkembangnya sistem usaha terintegrasi yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.
Tidak berhenti pada pengolahan limbah, usaha Onih terus berkembang dengan konsep ekonomi sirkular berbasis pertanian dan peternakan.
Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan energi rumah tangga. Sisa hasil pengolahan limbah digunakan sebagai pakan budidaya cacing, lalu menghasilkan pupuk organik untuk mendukung aktivitas pertanian.
Skema usaha yang saling terhubung tersebut dinilai mampu menciptakan efisiensi sekaligus nilai ekonomi baru.
Dukungan dari PNM juga semakin memperkuat pengembangan usaha tersebut melalui hibah greenhouse, yang digunakan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Keberhasilan usaha ini juga memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
“Setelah ada biogas, ibu tidak pernah membeli gas LPG. Hasil penjualan cacing dan pupuk kascing dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari termasuk juga biaya sekolah anak,” tutur Onih.
Selain sukses mengembangkan usaha pertanian terintegrasi, Onih juga menjalankan peran sebagai Agen BRILink yang melayani berbagai transaksi keuangan masyarakat di lingkungan sekitar.
Keberadaan layanan BRILink tersebut tidak hanya memudahkan warga dalam melakukan transaksi seperti transfer, pembayaran tagihan, hingga tarik tunai, tetapi juga menjadi sumber tambahan pendapatan bagi dirinya.
Langkah ini menunjukkan bagaimana pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada usaha individu, tetapi juga memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, menegaskan bahwa kisah Onih menjadi cerminan nyata keberhasilan sinergi Holding Ultra Mikro dalam mendorong pelaku usaha perempuan untuk naik kelas.
Menurutnya, penguatan ekosistem ultra mikro tidak hanya berfokus pada akses permodalan, tetapi juga pada pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“Kisah Onih Suryati sebagai nasabah PNM Mekaar sekaligus BRILink Agen di Kabupaten Bandung Barat mencerminkan peran sinergi Holding Ultra Mikro dalam memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha perempuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan yang terintegrasi dengan layanan keuangan formal.
“Keberadaan ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan yang berfokus pada pendampingan usaha serta keterhubungan dengan layanan keuangan formal. Pendekatan ini mendorong pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usahanya secara lebih produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari perusahaan anak BRI, PNM terus menjalankan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menyasar perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan formal atau unbankable.
Program ini menghadirkan solusi pemberdayaan melalui akses permodalan tanpa agunan, pendampingan usaha, serta pelatihan yang berkelanjutan.
Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group, program ini menunjukkan hasil yang signifikan.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kapasitas usaha masyarakat ultra mikro, sekaligus memperluas akses mereka terhadap layanan keuangan formal.
Keberhasilan Onih menjadi salah satu contoh nyata bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendampingan usaha dan akses keuangan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan, baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. (*)
Editor : Ali Sodiqin