RADARBANYUWANGI.ID – Kabupaten Banyuwangi mengalami inflasi tahunan (year on year/y-o-y) sebesar 3,30 persen pada Maret 2026. Selain itu, Bumi Blambangan juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-t-m) sebesar 0,37 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-t-d) sebesar 1,10 persen.
Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat sepanjang Maret, terutama pada kelompok pangan, energi rumah tangga, hingga perawatan pribadi. Secara nasional, inflasi Maret 2026 tercatat 3,48 persen secara tahunan, sehingga posisi Banyuwangi masih sedikit di bawah rata-rata nasional.
Kelompok Pengeluaran Jadi Penyumbang Inflasi
Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi melalui Berita Resmi Statistik (BRS) menyebut inflasi y-o-y dipicu kenaikan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,08 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,71 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,13 persen.
Selain itu, kenaikan indeks juga terjadi pada:
-
penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,17 persen
-
pendidikan 0,38 persen
-
perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,37 persen
-
informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,37 persen
-
rekreasi, olahraga, dan budaya 0,28 persen
-
kesehatan 0,23 persen
Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengatakan, meski sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, terdapat beberapa kelompok yang justru mengalami penurunan indeks.
“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,53 persen serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,37 persen,” ujarnya dalam BRS yang dirilis Rabu (1/4).
Emas, Tarif Listrik, dan Daging Ayam Dominan
BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang dominan inflasi tahunan di Banyuwangi pada Maret tahun ini.
Komoditas yang memberi andil terbesar antara lain:
-
emas perhiasan
-
tarif listrik
-
daging ayam ras
-
beras
-
jeruk
-
telur ayam ras
-
ikan lemuru
-
Sigaret Kretek Mesin (SKM)
-
daging sapi
-
bahan bakar rumah tangga
-
minyak goreng
-
angkutan udara
-
Sigaret Kretek Tangan (SKT)
-
kue basah
Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam sejalan dengan tren inflasi pangan yang juga sempat terjadi pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru memberikan andil deflasi tahunan, di antaranya:
-
bawang putih
-
cabai rawit
-
cabai merah
-
kelapa
-
wortel
-
sawi hijau
-
angkutan sungai, danau, dan penyeberangan
-
bensin
-
susu bubuk
-
tarif kendaraan roda dua online
Inflasi Bulanan Dipicu Harga Pangan
Untuk inflasi bulanan (m-t-m), komoditas pangan masih menjadi faktor utama.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi bulanan pada Maret meliputi:
-
daging ayam ras
-
cabai rawit
-
telur ayam ras
-
daging sapi
-
bahan bakar rumah tangga
-
tomat
-
cabai merah
-
bawang merah
Kenaikan harga cabai dan daging ini juga sejalan dengan dinamika harga bahan pokok di Jawa Timur selama pertengahan hingga akhir Maret.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain:
-
emas perhiasan
-
ikan tongkol
-
bawang putih
-
tarif kereta api
-
susu cair kemasan
-
kopi bubuk
-
minyak goreng
-
kelapa
-
cumi-cumi
-
apel
-
jeruk
-
tepung terigu
Tren Ekonomi Banyuwangi Masih Dinamis
Angka inflasi 3,30 persen menunjukkan dinamika ekonomi Banyuwangi masih cukup aktif, terutama dipengaruhi konsumsi rumah tangga menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Kenaikan harga komoditas pangan dan energi menjadi perhatian utama, karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Meski demikian, angka inflasi Banyuwangi masih relatif terkendali dan sedikit di bawah rata-rata nasional yang mencapai 3,48 persen pada periode yang sama.
Kondisi ini diperkirakan masih akan dipengaruhi pergerakan harga bahan pokok dan biaya energi dalam beberapa pekan ke depan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin