RADARBANYUWANGI.ID – Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 2 April 2026, terpantau stabil di sejumlah penyedia utama, yakni Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas (CMK Group). Kondisi harga yang tidak mengalami perubahan ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya calon pembeli, pelaku usaha perhiasan, maupun investor emas.
Stabilnya harga emas perhiasan pada perdagangan Kamis pagi mencerminkan kondisi pasar yang relatif tenang. Meski demikian, pergerakan harga emas secara umum tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, mulai dari permintaan industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga kebijakan bank sentral terkait pengelolaan cadangan emas.
Dalam beberapa waktu terakhir, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi dan lindung nilai yang diminati masyarakat. Selain memiliki nilai jual yang relatif tinggi, emas perhiasan juga menjadi pilihan untuk kebutuhan fashion sekaligus investasi jangka panjang.
Para pelaku pasar menyebut, stabilnya harga saat ini memberi peluang bagi masyarakat untuk mempertimbangkan waktu terbaik dalam membeli ataupun menjual emas.
“Dengan tren harga yang bergerak dinamis, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan harga emas agar bisa mengambil keputusan terbaik,” demikian informasi yang dihimpun pada Kamis pagi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Harga emas perhiasan tidak hanya mengikuti harga emas dunia, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah variabel lain.
Pertama, permintaan pasar global dari sektor perhiasan dan investasi masih menjadi faktor utama. Ketika permintaan meningkat, harga emas cenderung menguat.
Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memengaruhi harga di pasar domestik. Pelemahan rupiah biasanya mendorong harga emas dalam negeri naik.
Ketiga, kebijakan bank sentral dalam mengelola suku bunga dan cadangan emas dunia sering kali menjadi sentimen utama pergerakan harga.
Karena itu, masyarakat yang berencana membeli emas untuk investasi disarankan memperhatikan momentum harga agar memperoleh nilai terbaik.
Daftar Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia Hari Ini
Berikut harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia per gram pada Kamis, 2 April 2026:
-
24 Karat: Rp 2.160.000 (Stabil)
-
23 Karat: Rp 2.036.000 (Stabil)
-
22 Karat: Rp 1.947.000 (Stabil)
-
21 Karat: Rp 1.860.000 (Stabil)
-
20 Karat: Rp 1.771.000 (Stabil)
-
19 Karat: Rp 1.682.000 (Stabil)
-
18 Karat: Rp 1.595.000 (Stabil)
-
17 Karat: Rp 1.505.000 (Stabil)
-
16 Karat: Rp 1.416.000 (Stabil)
-
15 Karat: Rp 1.329.000 (Stabil)
-
14 Karat: Rp 1.240.000 (Stabil)
-
13 Karat: Rp 1.151.000 (Stabil)
-
12 Karat: Rp 1.064.000 (Stabil)
Harga Emas Perhiasan Hartadinata Abadi Hari Ini
Sementara itu, harga emas perhiasan di Hartadinata Abadi juga terpantau tidak berubah.
Berikut rinciannya:
-
22 Karat: Rp 2.570.000 (Stabil)
-
20 Karat: Rp 2.495.000 (Stabil)
-
17 Karat: Rp 2.246.000 (Stabil)
-
16 Karat: Rp 2.121.000 (Stabil)
-
9 Karat: Rp 1.423.000 (Stabil)
-
8 Karat: Rp 1.310.000 (Stabil)
-
6 Karat: Rp 1.123.000 (Stabil)
Harga Emas Perhiasan Laku Emas (CMK Group) Hari Ini
Untuk Laku Emas (CMK Group), harga emas perhiasan pada Kamis pagi juga masih stabil.
Daftar lengkap harga per gram sebagai berikut:
-
24 Karat: Rp 2.373.000 (Stabil)
-
23 Karat: Rp 2.038.000 (Stabil)
-
22 Karat: Rp 1.949.000 (Stabil)
-
21 Karat: Rp 1.863.000 (Stabil)
-
20 Karat: Rp 1.773.000 (Stabil)
-
19 Karat: Rp 1.683.000 (Stabil)
-
18 Karat: Rp 1.593.000 (Stabil)
-
17 Karat: Rp 1.503.000 (Stabil)
-
16 Karat: Rp 1.412.000 (Stabil)
-
15 Karat: Rp 1.324.000 (Stabil)
-
14 Karat: Rp 1.235.000 (Stabil)
-
13 Karat: Rp 1.147.000 (Stabil)
-
12 Karat: Rp 1.057.000 (Stabil)
Prospek Harga Emas
Meski saat ini stabil, harga emas perhiasan diperkirakan tetap berpotensi bergerak mengikuti sentimen pasar global dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat yang berencana membeli emas untuk kebutuhan investasi maupun koleksi perhiasan disarankan terus memantau update harga harian dari masing-masing penyedia.
Stabilnya harga hari ini bisa menjadi momentum yang cukup baik bagi calon pembeli untuk masuk pasar sebelum terjadi perubahan harga pada perdagangan berikutnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin