RADARBANYUWANGI.ID – Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan pada Selasa (31/3/2026). Berdasarkan data resmi dari Pegadaian dan Galeri 24, harga emas dari tiga merek utama—Antam, Galeri 24, dan UBS—terpantau kompak merangkak naik di penghujung Maret.
Kenaikan ini melanjutkan tren pemulihan harga emas setelah sebelumnya mengalami koreksi dari level tertinggi yang sempat menembus Rp3 juta per gram di awal Maret 2026.
Fluktuasi harga emas sendiri merupakan hal yang wajar, mengingat logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh dinamika global seperti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tingkat permintaan pasar domestik.
Harga Emas Galeri 24 Hari Ini
Emas Galeri 24 mencatat kenaikan sekitar Rp15.000 dibandingkan hari sebelumnya. Berikut daftar lengkapnya:
-
0,5 gram: Rp1.486.000
-
1 gram: Rp2.833.000
-
2 gram: Rp5.597.000
-
5 gram: Rp13.889.000
-
10 gram: Rp27.704.000
-
25 gram: Rp68.889.000
-
50 gram: Rp137.668.000
-
100 gram: Rp275.200.000
-
250 gram: Rp686.310.000
-
500 gram: Rp1.372.618.000
-
1.000 gram: Rp2.745.235.000
Harga Emas Antam Hari Ini
Sementara itu, harga emas Antam juga menunjukkan posisi kuat di kisaran Rp2,9 juta per gram:
-
0,5 gram: Rp1.521.000
-
1 gram: Rp2.937.000
-
2 gram: Rp5.811.000
-
3 gram: Rp8.690.000
-
5 gram: Rp14.449.000
-
10 gram: Rp28.841.000
-
25 gram: Rp71.971.000
-
50 gram: Rp143.860.000
-
100 gram: Rp287.639.000
Harga Emas UBS Pegadaian
Emas UBS juga ikut mengalami kenaikan sekitar Rp14.000 per gram. Berikut rinciannya:
-
0,5 gram: Rp1.538.000
-
1 gram: Rp2.846.000
-
2 gram: Rp5.648.000
-
5 gram: Rp13.957.000
-
10 gram: Rp27.767.000
-
25 gram: Rp69.280.000
-
50 gram: Rp138.276.000
-
100 gram: Rp276.443.000
-
250 gram: Rp690.903.000
-
500 gram: Rp1.380.183.000
Tren Emas: Dari Rp3 Juta ke Rp2 Jutaan, Kini Mulai Naik Lagi
Sepanjang Maret 2026, harga emas mengalami perjalanan fluktuatif. Pada awal bulan, harga emas dari berbagai merek sempat melonjak dan menembus level Rp3 juta per gram.
Namun memasuki pekan keempat, harga mulai terkoreksi hingga kembali ke kisaran Rp2,8 juta–Rp2,9 juta per gram. Kini, menjelang akhir bulan, harga emas kembali menunjukkan tren kenaikan.
Secara global, harga emas tercatat berada di level sekitar US$4.526 per ons troi, mencerminkan pemulihan teknikal setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi.
Analisis Ekonom: Momentum Cicil Emas
Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menilai bahwa koreksi harga emas saat ini merupakan bagian dari “koreksi sehat” setelah lonjakan signifikan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi emas secara bertahap.
“Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian global.
Potensi Kembali Tembus Rp3 Juta
Rizaldy juga melihat peluang harga emas untuk kembali menguat terbuka lebar, terutama jika tekanan geopolitik dan ekonomi global terus berlanjut.
“Emas berpotensi kembali menguji level Rp3 juta per gram, meskipun dalam jangka pendek bisa saja turun ke kisaran Rp2,5 juta jika dolar AS menguat atau kebijakan suku bunga diperketat,” jelasnya.
Ia menambahkan, fluktuasi harga saat ini juga dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar setelah reli panjang.
Dipengaruhi Konflik Global dan Harga Energi
Pergerakan harga emas global saat ini tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Dalam kondisi tersebut, emas tetap menjadi aset safe haven yang diminati investor.
Strategi Bijak untuk Investor
Melihat kondisi saat ini, masyarakat disarankan untuk:
-
Memantau harga emas secara rutin
-
Membeli secara bertahap (cicil)
-
Tidak terpaku pada harga jangka pendek
-
Fokus pada tujuan investasi jangka panjang
Dengan tren yang kembali menguat di akhir Maret 2026, emas tetap menunjukkan daya tariknya sebagai instrumen investasi yang stabil dan aman.
Momentum saat ini dinilai tepat bagi masyarakat yang ingin mulai atau menambah portofolio emas secara bertahap. (*)
Editor : Ali Sodiqin