Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Peresmian, Pedagang Pasar Banyuwangi Terapkan Budaya Bersih, Siap Jadi Destinasi Wisata

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 30 Maret 2026 | 00:22 WIB
BERSIH: Rombongan turis asal Prancis dan Jerman berbalanja di tempat relokasi Pasar Banyuwangi di kawasan Gedung Wanita beberapa waktu lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERSIH: Rombongan turis asal Prancis dan Jerman berbalanja di tempat relokasi Pasar Banyuwangi di kawasan Gedung Wanita beberapa waktu lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kalangan pedagang dan pembeli di lokasi relokasi Pasar Banyuwangi mulai menanamkan budaya bersih. Kebiasaan positif ini tidak hanya untuk menyongsong peresmian pasar pascarevitalisasi, tetapi juga demi menciptakan kenyamanan serta mendukung rencana pengembangan pasar sebagai destinasi wisata.

Ke depan, Pasar Banyuwangi diproyeksikan menjadi pasar wisata yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung. Selain menyediakan kebutuhan pokok, sandang, dan kebutuhan harian lainnya, kawasan ini juga akan terhubung dengan pusat kuliner serta destinasi heritage seperti Asrama Inggrisan.

Siti, 62, salah satu pedagang sembako, mengungkapkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan kini mulai menjadi budaya di kalangan pedagang. Setiap pedagang diwajibkan membersihkan lapak masing-masing.

“Mendekati penyelesaian pembangunan pasar baru, pedagang memang harus selalu menjaga kebersihan,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Banyuwangi sendiri hampir rampung. Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU RI) dengan konsep pasar tradisional modern yang ikonik.

Pasar tersebut dirancang memiliki gedung utama dua lantai dengan arsitektur khas Osing, Banyuwangi. Selain itu, pasar akan dibagi menjadi beberapa zona, yakni pasar basah, pasar kering, serta area kuliner. Fasilitas pendukung seperti gedung parkir juga telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Siti membenarkan bahwa pembangunan pasar hampir selesai. Namun, hingga saat ini para pedagang belum mendapatkan kepastian terkait jadwal pemindahan kembali ke lokasi pasar yang baru.

“Nanti kalau sudah selesai, semua pedagang akan pindah ke sana. Meski lapaknya lebih kecil dibandingkan sekarang,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Sunarso, 60. Ia menegaskan bahwa pedagang berkomitmen menjaga kebersihan karena pasar merupakan tempat mereka mencari nafkah sehari-hari.

“Selain pedagang, ada juga petugas khusus yang membersihkan area pasar,” katanya.

Menurut Sunarso, petugas kebersihan rutin bekerja dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari. Sampah dari lapak pedagang akan diambil secara berkala sehingga tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas jual beli.

Bahkan, petugas kebersihan juga proaktif menawarkan bantuan untuk membersihkan area yang masih terlihat kotor.

“Sejauh ini tidak pernah ada masalah kebersihan, karena petugasnya tanggap dan sigap,” tambahnya.

Dengan budaya bersih yang mulai diterapkan sejak sekarang, Pasar Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menarik wisatawan.

Konsep integrasi dengan kawasan heritage dan kuliner diyakini akan memperkuat daya tarik pasar sebagai destinasi wisata baru di Banyuwangi. (mg1/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#revitalisasi pasar Banyuwangi #pasar wisata Banyuwangi #budaya bersih pasar #Kemen PU #Asrama Inggrisan #pasar banyuwangi