Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, Gustaaf AC Patty dan Sukardi Rinakit, sebagai bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap pengembangan pertanian di wilayah lahan kering yang dinilai memiliki potensi besar di kawasan timur Indonesia.
Gustaaf menjelaskan bahwa temu tani menjadi ruang dialog strategis antara perusahaan, petani, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum ini membahas berbagai tantangan sekaligus peluang pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis kondisi riil di lapangan.
“Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa kedaulatan pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Bagi Pupuk Kaltim, semangat tersebut menjadi landasan penting menjalankan peran melalui program Agrosolution,” ujar Gustaaf.
Menurutnya, Agrosolution merupakan inisiatif strategis yang tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga menghadirkan solusi pertanian terintegrasi. Program ini mencakup edukasi budidaya, pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga peningkatan efisiensi usaha tani.
“Melalui pendekatan ini, Pupuk Kaltim memastikan petani tidak hanya memperoleh akses terhadap agri input, tapi juga pemahaman tepat terkait tata kelola pertanian tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sukardi Rinakit menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda nasional yang membutuhkan sinergi multipihak. Ia menilai keberhasilan sektor pertanian tidak bisa dicapai secara parsial.
“Tantangan ke depan bukan hanya menjaga produktivitas pertanian tetap tinggi, tapi juga memastikan upaya tersebut tidak mengorbankan kesuburan tanah. Dan melalui Agrosolution, hal itu bisa kita implementasikan dengan baik,” tutur Sukardi.
Program ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan praktis petani dengan visi pembangunan pertanian modern yang berdaya saing. Keberhasilan implementasi Agrosolution juga telah terlihat di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Maros, di mana produktivitas jagung meningkat signifikan dari 2,5 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare atau naik sekitar 140 persen.
Melihat capaian tersebut, Pupuk Kaltim optimistis Kabupaten Kupang berpotensi menjadi model pengembangan pertanian lahan kering yang sukses, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
“Dengan kerja bersama, tantangan pertanian yang selama ini dihadapi dapat diubah menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan kemandirian pangan bangsa,” tambah Sukardi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan 500 kilogram pupuk urea kepada kelompok tani setempat. Produk urea granul perusahaan dikenal memiliki kualitas tinggi dengan kandungan nitrogen optimal, serta karakteristik butiran seragam yang memudahkan aplikasi dan meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Sukardi menegaskan, keberhasilan pemanfaatan pupuk tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada pola pemupukan yang tepat.
“Keunggulan ini menjadikan urea granul Pupuk Kaltim tetap menjadi salah satu pilihan utama petani. Namun demikian, produk saja tidak cukup tanpa diiringi pola pemupukan yang tepat. Di sinilah Agrosolution mengambil peran melalui edukasi pemupukan berimbang,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi