BANYUWANGI – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di Banyuwangi memicu lonjakan permintaan di operasi pasar murah.
Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi, bahkan rela antre berjam-jam demi mendapatkan satu tabung gas bersubsidi.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merespons kondisi tersebut dengan menggelar operasi pasar murah bekerja sama dengan Pertamina dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi.
Digelar di Tiga Kecamatan, Harga Sesuai HET
Operasi pasar murah ini dilaksanakan di tiga wilayah, yakni:
- Pendapa Kantor Kecamatan Genteng
- Kecamatan Songgon
- Kecamatan Gambiran
Gas elpiji dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 18.000 per tabung.
Camat Genteng, Satriyo, menegaskan bahwa pembelian dibatasi untuk pemerataan distribusi.
“Satu orang satu KTP, hanya boleh membeli satu tabung. Ini agar penyalurannya merata,” ujarnya.
Ribuan Warga Antre Sejak Subuh
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan, antrean sudah terlihat sejak pukul 06.00, dua jam sebelum operasi pasar dibuka.
Warga datang tidak sendiri. Banyak yang membawa anggota keluarga untuk mendapatkan jatah lebih banyak.
“Saya dari jam enam pagi sudah di sini, ternyata tetap harus antre lama,” kata Rahmadiyanto, 33.
Ia mengaku datang bersama ibu dan istrinya karena stok gas di rumah telah habis sejak sehari sebelumnya.
Harga Melonjak di Pasaran
Kelangkaan gas membuat harga di tingkat pengecer melonjak drastis. Warga mengaku harus membeli hingga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung.
“Kalau ada pun mahal, bahkan sampai Rp 30 ribu. Tapi tetap dibeli karena kebutuhan,” ujar Ismawati.
Ismawati yang sehari-hari berjualan rujak cingur dan lalapan di kawasan Genteng mengaku kesulitan mendapatkan gas selama sepekan terakhir.
Akali dengan Bawa Keluarga
Untuk menyiasati pembatasan pembelian, sebagian warga datang bersama anggota keluarga agar bisa membeli lebih dari satu tabung menggunakan KTP berbeda.
“Kalau tidak begitu, besok-besok bisa habis lagi,” imbuh Ismawati.
Fenomena ini menjadi pemandangan umum di lokasi operasi pasar, menunjukkan tingginya tingkat kebutuhan masyarakat.
Stok Terbatas, Dibagi Tiga Titik
Untuk mengurangi penumpukan, distribusi gas dibagi ke beberapa titik tambahan, yakni:
- Pangkalan elpiji di Dusun Cangaan
- SPBU Setail
Namun, total stok di setiap lokasi hanya sekitar 560 tabung, jumlah yang dinilai tidak sebanding dengan tingginya permintaan.
Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Distribusi
Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Lonjakan permintaan dipicu oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga serta banyaknya pemudik yang pulang kampung.
Warga Harap Distribusi Lebih Merata
Meski terbantu dengan adanya operasi pasar, warga berharap distribusi gas elpiji ke depan bisa lebih merata dan mudah diakses.
Kelangkaan yang terjadi tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada gas elpiji 3 kg.
Dengan tingginya kebutuhan menjelang Lebaran, masyarakat berharap pasokan dapat segera stabil agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin