RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan harga emas perhiasan pada awal pekan ini terpantau relatif stabil.
Berdasarkan data perdagangan Senin pagi (16/3/2026), harga emas perhiasan di sejumlah jaringan penjualan logam mulia seperti Raja Emas Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk, serta Laku Emas tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Stabilnya harga emas perhiasan ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah pergerakan harga emas global yang cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir.
Emas perhiasan sendiri merupakan salah satu bentuk investasi logam mulia yang cukup diminati masyarakat.
Selain berfungsi sebagai aksesoris, emas juga memiliki nilai ekonomi yang relatif stabil dan dapat dijadikan aset lindung nilai.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik tidak terlepas dari sejumlah faktor global maupun domestik.
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga emas antara lain:
- Permintaan industri perhiasan global
Tingginya permintaan dari sektor perhiasan dapat mendorong kenaikan harga emas. - Fluktuasi nilai tukar mata uang
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berdampak terhadap harga emas di dalam negeri. - Kebijakan bank sentral dunia
Kebijakan suku bunga serta strategi pengelolaan cadangan emas oleh bank sentral dapat memengaruhi harga logam mulia di pasar global.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas perhiasan cenderung bergerak dinamis mengikuti perkembangan kondisi ekonomi dan geopolitik dunia.
Karena itu, calon pembeli maupun investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga emas sebelum memutuskan melakukan transaksi.
Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Berikut daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas pada Senin (16 Maret 2026).
Harga Emas Raja Emas Indonesia
Daftar harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia:
- 24 Karat: Rp2.450.000 per gram (Stabil)
- 23 Karat: Rp2.220.000 per gram (Stabil)
- 22 Karat: Rp2.123.000 per gram (Stabil)
- 21 Karat: Rp2.028.000 per gram (Stabil)
- 20 Karat: Rp1.931.000 per gram (Stabil)
- 19 Karat: Rp1.833.000 per gram (Stabil)
- 18 Karat: Rp1.738.000 per gram (Stabil)
- 17 Karat: Rp1.641.000 per gram (Stabil)
- 16 Karat: Rp1.544.000 per gram (Stabil)
- 15 Karat: Rp1.449.000 per gram (Stabil)
- 14 Karat: Rp1.352.000 per gram (Stabil)
- 13 Karat: Rp1.254.000 per gram (Stabil)
- 12 Karat: Rp1.160.000 per gram (Stabil)
Harga Emas Hartadinata Abadi
Berikut daftar harga emas perhiasan dari PT Hartadinata Abadi Tbk:
- 22 Karat: Rp2.617.000 per gram (Stabil)
- 20 Karat: Rp2.566.000 per gram (Stabil)
- 17 Karat: Rp2.286.000 per gram (Stabil)
- 16 Karat: Rp2.159.000 per gram (Stabil)
- 9 Karat: Rp1.448.000 per gram (Stabil)
- 8 Karat: Rp1.334.000 per gram (Stabil)
- 6 Karat: Rp1.143.000 per gram (Stabil)
Harga Emas Laku Emas (CMK Group)
Sementara itu, harga emas perhiasan dari Laku Emas yang merupakan bagian dari CMK Group juga masih berada di level stabil.
Berikut rinciannya:
- 24 Karat: Rp2.587.000 per gram (Stabil)
- 23 Karat: Rp2.224.000 per gram (Stabil)
- 22 Karat: Rp2.126.000 per gram (Stabil)
- 21 Karat: Rp2.033.000 per gram (Stabil)
- 20 Karat: Rp1.935.000 per gram (Stabil)
- 19 Karat: Rp1.837.000 per gram (Stabil)
- 18 Karat: Rp1.738.000 per gram (Stabil)
- 17 Karat: Rp1.640.000 per gram (Stabil)
- 16 Karat: Rp1.542.000 per gram (Stabil)
- 15 Karat: Rp1.446.000 per gram (Stabil)
- 14 Karat: Rp1.348.000 per gram (Stabil)
- 13 Karat: Rp1.252.000 per gram (Stabil)
- 12 Karat: Rp1.154.000 per gram (Stabil)
Investor Disarankan Pantau Harga Secara Berkala
Meski harga emas perhiasan hari ini cenderung stabil, pelaku pasar tetap disarankan untuk memantau pergerakan harga secara berkala.
Hal ini penting karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global, termasuk perubahan nilai tukar, kebijakan suku bunga, hingga kondisi geopolitik.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas sebagai investasi, memilih waktu yang tepat dapat membantu memperoleh harga terbaik sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan di masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin