Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kunjungan Turis Domestik Turun 15 Persen, Diskon Tiket Diharap Dongkrak Ekonomi Bali

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 15 Maret 2026 | 21:15 WIB

Nyepi 2026 jatuh 19 Maret. Bali tutup total 24 jam dari 19 Maret 05.59 hingga 20 Maret 06.00. Semua aktivitas di Bali dihentikan.
Nyepi 2026 jatuh 19 Maret. Bali tutup total 24 jam dari 19 Maret 05.59 hingga 20 Maret 06.00. Semua aktivitas di Bali dihentikan.

RADARBANYUWANGI.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menilai kebijakan pemerintah berupa potongan harga tiket transportasi hingga 30 persen menjadi angin segar bagi dunia usaha di tengah periode musim sepi kunjungan wisata (low season) di Pulau Dewata.

Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, meski sektor pariwisata biasanya mengalami perlambatan akibat faktor musiman, pelaku usaha ritel di Bali masih menunjukkan optimisme terhadap kinerja usaha mereka ke depan.

“Meski terjadi efek penurunan akibat faktor musiman, pelaku usaha masih memiliki optimisme kinerja ritel di masa depan,” kata Erwin di Denpasar, Sabtu (14/3/2026).

Optimisme tersebut tercermin dari hasil survei BI terhadap 100 pelaku usaha ritel di Kota Denpasar. Survei itu menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 124,3 atau tumbuh 6,4 persen secara tahunan.

IPR tersebut disokong oleh lima subsektor utama, yakni peralatan informasi dan komunikasi, sandang, suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta makanan, minuman, dan tembakau.

Selain stimulus transportasi, kebijakan moneter juga dinilai turut mendukung stabilitas ekonomi daerah. BI masih mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen untuk Februari 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi fiskal, pemerintah juga memberikan berbagai insentif berupa promosi tiket transportasi, baik kapal laut maupun pesawat, untuk mendorong mobilitas masyarakat dan menjaga perputaran ekonomi.

Berdasarkan hasil survei BI, periode Ramadan dan Lebaran membuat sebagian wisatawan domestik lebih memilih pulang ke kampung halaman dibandingkan berlibur ke Bali. Kondisi ini berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik.

Data pengelola bandara Angkasa Pura menunjukkan jumlah wisatawan domestik ke Bali turun sekitar 15 persen secara bulanan. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh periode Ramadan serta meningkatnya aktivitas mudik.

Di sisi lain, pelaku usaha juga melihat adanya kecenderungan masyarakat Bali menahan pengeluaran. Hal itu dilakukan sebagai persiapan dana menghadapi dua hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan pada Maret, yakni Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri.

Untuk menjaga daya beli dan pergerakan ekonomi, pemerintah memberikan potongan harga tiket transportasi hingga 30 persen untuk sejumlah moda perjalanan.

Diskon tersebut mencakup tiket kereta api, kapal laut, jalan tol, serta tiket pesawat domestik kelas ekonomi yang mendapatkan potongan sekitar 17–18 persen. Sementara itu, biaya jasa kepelabuhanan penyeberangan digratiskan sepenuhnya.

Program diskon diberlakukan pada periode tertentu untuk membantu mengurai kepadatan penumpang sekaligus mendorong mobilitas masyarakat. Diskon tiket kereta api berlaku 14–29 Maret, angkutan laut untuk keberangkatan 11 Maret hingga 5 April, dan tiket pesawat pada 14–29 Maret.

BI juga mencatat prospek penjualan ritel dalam beberapa bulan ke depan masih berada dalam zona optimistis. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang diperkirakan tetap tinggi.

Rinciannya, IEP pada Maret tercatat sebesar 126, kemudian meningkat menjadi 170 pada April, serta mencapai 184 pada periode Juni hingga Juli. Nilai indeks di atas 100 menunjukkan tingkat optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usaha ke depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bali