Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Lebaran, Harga Sapi di Pasar Hewan Glenmore Banyuwangi Naik hingga Rp19 Juta per Ekor

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:30 WIB

RAMAI: Suasana Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Jumat (13/3).
RAMAI: Suasana Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Jumat (13/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Karangharjo, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi mulai menggeliat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah sapi yang diperjualbelikan maupun harga jualnya sama-sama mengalami peningkatan.

Setiap hari pasaran yang digelar setiap Jumat, rata-rata sekitar 200 ekor sapi diperdagangkan di pasar hewan terbesar di wilayah barat Banyuwangi tersebut. Peningkatan ini terjadi dalam tiga pekan terakhir menjelang Lebaran.

Petugas Pasar Hewan Glenmore, Agung menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan ternak mulai kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan cukup drastis pada awal tahun.

Photo
Photo

Menurutnya, pada awal 2026 jumlah sapi yang dibawa pedagang ke pasar sempat merosot tajam akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang membuat banyak peternak maupun pedagang menahan penjualan.

“Awal tahun kemarin jumlah sapi yang masuk pasar sempat turun drastis karena dampak PMK. Bahkan pernah hanya sekitar 80 ekor saja,” ujar Agung.

Namun dalam beberapa pekan terakhir kondisi pasar mulai pulih. Pedagang kembali membawa ternaknya untuk diperdagangkan dan jumlah sapi yang diperjualbelikan pun kembali mendekati kondisi normal.

“Saat ini jumlah sapi yang diperjualbelikan sudah normal lagi. Harganya juga mulai naik menjelang Lebaran,” jelasnya.

Agung menyebutkan, harga sapi jenis limousin yang siap disembelih kini mencapai kisaran Rp18 juta hingga lebih dari Rp19 juta per ekor. Harga tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, harga sapi dengan ukuran serupa masih berada di kisaran Rp16 juta per ekor.

“Dalam tiga pekan terakhir ada kenaikan harga sekitar Rp2 juta per ekor,” katanya.

Kenaikan harga sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri sebenarnya bukan hal yang baru. Setiap tahun permintaan daging sapi cenderung meningkat menjelang Lebaran sehingga berdampak langsung pada harga sapi hidup di pasar.

Peningkatan permintaan tersebut datang dari pedagang daging, rumah potong hewan, hingga masyarakat yang membeli sapi secara kolektif untuk kebutuhan hari raya.

“Harga daging sapi sedang naik. Otomatis harga sapi hidup juga ikut naik. Apalagi akhir-akhir ini banyak kelompok arisan yang membeli sapi bersama,” terangnya.

Meski harga sapi sedang cukup bagus, Agung mengungkapkan bahwa stok sapi berukuran besar yang siap disembelih masih terbatas.

Sebagian besar sapi yang dibawa ke pasar saat ini masih berukuran kecil atau belum mencapai ukuran ideal untuk dipotong.

“Sapi yang ada sekarang rata-rata masih ukuran kecil dan belum siap sembelih. Yang ukuran besar jumlahnya masih sangat sedikit,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor yang juga mempengaruhi kenaikan harga sapi menjelang Lebaran.

Sementara itu, untuk menjaga keamanan kesehatan ternak, pengawasan tetap dilakukan oleh petugas kesehatan hewan setiap kali pasar hewan beroperasi.

Agung menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembatasan khusus yang diterapkan dalam aktivitas jual beli di pasar tersebut.

Namun demikian, kewaspadaan tetap dilakukan mengingat isu wabah penyakit ternak masih menjadi perhatian para peternak.

Petugas medis dari Puskeswan Kalibaru selalu bersiaga di lokasi pasar hewan setiap hari pasaran untuk melakukan pemantauan kesehatan ternak yang masuk.

“Petugas dari Puskeswan selalu standby setiap kali pasar buka untuk memastikan kondisi sapi aman,” ujarnya.

Meski kondisi di pasar hewan Glenmore saat ini relatif aman, Agung mengakui bahwa dampak psikologis dari wabah PMK masih terasa di kalangan peternak.

Sebagian peternak masih merasa khawatir untuk kembali memelihara sapi dalam jumlah banyak karena takut ternaknya kembali terserang penyakit.

“Isu PMK sebenarnya belum sepenuhnya hilang. Meski di sini aman, banyak peternak yang masih takut memelihara sapi lagi,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#PMK sapi Banyuwangi #pasar hewan Karangharjo #harga sapi Banyuwangi #sapi limousin Banyuwangi #Pasar Hewan Glenmore #harga sapi jelang Lebaran