RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini tercatat turun Rp21.000 per gram.
Penurunan tersebut membuat harga emas Antam kini berada di level Rp3.021.000 per gram, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya.
Tren pelemahan harga emas ini menjadi perhatian para investor logam mulia, terutama setelah dalam beberapa hari terakhir harga emas Antam mengalami fluktuasi cukup tajam.
Sempat Turun Tajam Pekan Ini
Jika ditarik ke awal pekan, harga emas Antam memang menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis.
Pada perdagangan Rabu (11/3/2026), harga emas sempat anjlok Rp45.000 ke posisi Rp3.042.000 per gram.
Namun pada hari yang sama, harga emas juga sempat mencatat kenaikan cukup signifikan.
Saat itu, harga emas melonjak hingga Rp40.000 dan sempat menyentuh level Rp3.087.000 per gram.
Pergerakan yang naik-turun dalam waktu singkat ini mencerminkan dinamika pasar emas global yang masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi dunia hingga sentimen geopolitik.
Meski dalam beberapa hari terakhir terkoreksi, secara keseluruhan kinerja harga emas Antam sepanjang tahun 2026 masih menunjukkan tren positif.
Masih Naik 21 Persen Sepanjang 2026
Secara tahunan (year to date), harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.
Pada awal tahun, tepatnya 1 Januari 2026, harga emas Antam masih berada di level Rp2.488.000 per gram.
Jika dibandingkan dengan harga saat ini, maka emas Antam sudah naik sekitar 21 persen sepanjang 2026.
Lonjakan harga tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bahkan pada akhir Januari lalu, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Harga tertinggi tersebut tercatat pada 29 Januari 2026, saat emas Antam menyentuh level Rp3.168.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Turun
Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.
Harga buyback emas Antam pada Jumat (13/3/2026) tercatat turun Rp21.000 menjadi Rp2.783.000 per gram.
Harga buyback merupakan nilai yang digunakan oleh Antam ketika konsumen menjual kembali emas batangan mereka.
Dengan turunnya harga buyback, maka nilai yang diterima investor saat menjual emas juga ikut berkurang dibandingkan hari sebelumnya.
Daftar Harga Pecahan Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Jumat (13/3/2026) berdasarkan data dari laman Logam Mulia, belum termasuk pajak:
- 0,5 gram: Rp1.560.500
- 1 gram: Rp3.021.000
- 2 gram: Rp5.982.000
- 3 gram: Rp8.948.000
- 5 gram: Rp14.880.000
- 10 gram: Rp29.705.000
- 25 gram: Rp74.137.000
- 50 gram: Rp148.195.000
- 100 gram: Rp296.312.000
- 250 gram: Rp740.515.000
- 500 gram: Rp1.480.820.000
- 1.000 gram: Rp2.961.600.000
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas global serta kebijakan perusahaan.
Ketentuan Pajak Transaksi Emas
Dalam setiap transaksi emas batangan, baik pembelian maupun penjualan kembali, terdapat ketentuan pajak yang mengacu pada regulasi pemerintah.
Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
- 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- 3 persen bagi penjual yang tidak memiliki NPWP
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar:
- 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP
- 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP
Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi perpajakan.
Emas Masih Jadi Instrumen Favorit
Meski harga emas dalam jangka pendek kerap mengalami koreksi, logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat Indonesia.
Stabilitas nilai emas dalam jangka panjang serta sifatnya yang tahan terhadap inflasi membuat investasi emas masih menjadi pilihan bagi banyak investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Para analis juga menilai bahwa volatilitas harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar, terutama di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. (*)
Editor : Ali Sodiqin