Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Permintaan Daging Sapi di Banyuwangi Naik Tajam Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp150 Ribu per Kg

Ramada Kusuma Atmaja • Kamis, 12 Maret 2026 | 03:30 WIB

Kepala Dispertan Banyuwangi Danang Hartanto bersama Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto memeriksa daging sapi di Pasar Blambangan, Rabu (11/3).
Kepala Dispertan Banyuwangi Danang Hartanto bersama Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto memeriksa daging sapi di Pasar Blambangan, Rabu (11/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Permintaan daging sapi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah pemotongan sapi serta kenaikan harga daging di sejumlah pasar tradisional.

Di Pasar Blambangan misalnya, harga daging sapi pada Rabu (11/3) tercatat mencapai Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Harga ini naik cukup tajam dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram.

Lonjakan harga tersebut seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan pangan menjelang Lebaran.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Blambangan, Badrus, mengaku penjualan daging yang ia kelola mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Photo
Photo

Jika pada hari biasa dirinya hanya menjual daging dari dua ekor sapi per hari, kini jumlah tersebut bertambah menjadi tiga ekor sapi setiap harinya.

“Permintaan memang naik menjelang Lebaran. Sekarang sehari bisa tiga ekor sapi dan biasanya selalu habis terjual,” ujarnya.

Menurut Badrus, peningkatan permintaan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat yang membeli untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga dari para pelaku usaha kuliner yang membutuhkan daging sapi sebagai bahan baku produksi.

Tingginya permintaan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang daging sapi di pasar tradisional.

Pasalnya, stok daging yang dijual hampir selalu habis tidak lama setelah proses pemotongan selesai dilakukan.

“Kalau sekarang biasanya langsung habis. Begitu daging datang dari pemotongan, tidak lama langsung laku,” katanya.

Lonjakan permintaan tersebut juga terlihat dari meningkatnya aktivitas pemotongan sapi di rumah potong hewan.

Jika pada hari-hari biasa pemotongan hanya berkisar antara 20 hingga 30 ekor sapi per hari, kini jumlahnya melonjak hingga sekitar 60 ekor sapi setiap hari.

Peningkatan aktivitas tersebut turut mendorong produksi daging sapi di Banyuwangi meningkat cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.

Untuk memastikan daging yang beredar di pasaran tetap aman dikonsumsi masyarakat, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah pasar tradisional.

Petugas melakukan pemeriksaan kualitas daging secara serentak, termasuk melakukan rapid test untuk memastikan daging yang dijual pedagang memenuhi standar keamanan pangan.

Pemeriksaan tersebut salah satunya dilakukan di Pasar Blambangan, yang merupakan salah satu pusat perdagangan bahan pangan terbesar di Banyuwangi.

Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa daging sapi yang beredar di pasar masih dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, tidak ditemukan daging oplosan, daging gelonggongan, maupun daging yang mengandung bahan kimia berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan konsumsi daging sapi di Banyuwangi menjelang Lebaran cukup tinggi.

Berdasarkan data sementara, konsumsi daging sapi meningkat hingga sekitar 80 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Bahkan hingga pukul 01.00 WIB, tercatat sebanyak 41 ekor sapi telah dipotong di rumah potong hewan (RPH) setempat dan jumlah tersebut diperkirakan masih terus bertambah.

Secara umum, produksi daging sapi di Banyuwangi biasanya berada di kisaran 3 hingga 3,5 ton per hari.

Namun saat ini jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, Nanang Sugiharto, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi daging sapi juga dipengaruhi kebutuhan bahan baku industri makanan.

Salah satunya adalah meningkatnya produksi pentol bakso yang biasanya melonjak menjelang Lebaran.

“Biasanya mendekati Lebaran konsumsi daging sapi bisa naik hingga hampir 100 persen karena banyak digunakan untuk bahan baku bakso,” jelasnya.

Meski permintaan meningkat tajam, ia memastikan stok daging sapi di Banyuwangi masih dalam kondisi aman.

Hal tersebut didukung oleh populasi sapi di Banyuwangi yang cukup besar.

“Populasi sapi di Banyuwangi saat ini sekitar 100 ribu ekor, sehingga kebutuhan masyarakat masih bisa tercukupi,” ujarnya.

Selain memeriksa daging sapi, petugas Dispertan juga melakukan pengawasan terhadap komoditas lain yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti daging ayam.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di pasar, daging ayam yang dijual para pedagang juga dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan keamanan pangan tetap terjaga selama meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Lebaran. (ram/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#permintaan daging sapi Lebaran #pasar blambangan #stok daging sapi Banyuwangi #Dispertan Banyuwangi #harga daging sapi Banyuwangi