Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BPOM Jember Uji 25 Takjil di RTH Maron Banyuwangi, Hasilnya Aman dari Boraks, Formalin, dan Pewarna Berbahaya

Ali Sodiqin • Kamis, 12 Maret 2026 | 01:30 WIB

Petugas BPOM dan Dinkes Banyuwangi melakukan pemeriksaan makanan takjil di RTH Maron, Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Selasa sore (10/3).
Petugas BPOM dan Dinkes Banyuwangi melakukan pemeriksaan makanan takjil di RTH Maron, Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Selasa sore (10/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi masyarakat yang gemar berburu takjil saat Ramadan. Hasil uji laboratorium terhadap jajanan berbuka puasa yang dijual di kawasan RTH Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menunjukkan seluruh sampel makanan dan minuman aman untuk dikonsumsi.

Pengujian tersebut dilakukan oleh tim dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan Jember pada Selasa (10/3) melalui kegiatan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pengambilan sampel terhadap jajanan takjil yang dijajakan para pedagang di lokasi tersebut.

Sebanyak 25 sampel makanan dan minuman diuji langsung di tempat menggunakan metode sampling cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan kimia berbahaya.

Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, mengatakan berbagai jenis takjil yang diuji meliputi minuman hingga makanan ringan yang banyak diburu masyarakat saat menjelang waktu berbuka puasa.

Photo
Photo

Di antaranya es cendol, cilok, bakso, siomay, hingga beragam jajanan dengan warna mencolok yang kerap menjadi perhatian dalam pengawasan pangan.

“Dari 25 sampel yang kami uji, semuanya aman dan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya,” ujarnya.

Dalam proses pengujian tersebut, petugas secara khusus memeriksa kemungkinan adanya zat kimia yang dilarang dalam pangan.

Beberapa bahan berbahaya yang menjadi fokus pemeriksaan di antaranya adalah rhodamin B dan methanil yellow yang merupakan pewarna tekstil, serta boraks dan formalin yang kerap disalahgunakan untuk mengawetkan makanan.

Keempat bahan tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Namun dari hasil pengujian yang dilakukan di lapangan, seluruh sampel takjil yang diperiksa dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya tersebut.

Temuan ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang setiap sore memadati kawasan RTH Maron untuk membeli jajanan berbuka puasa.

Meski hasil pengujian menunjukkan kondisi yang aman, BPOM menegaskan pengawasan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan sampel makanan.

Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang agar terus menjaga kualitas dan keamanan pangan yang mereka jual.

Edukasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari cara produksi pangan yang baik, pemilihan bahan baku yang aman, hingga pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan dan penyajian makanan.

“Kami juga membagikan brosur kepada para pedagang yang berisi panduan dalam menyiapkan makanan yang layak dan aman untuk dikonsumsi,” jelas Benny.

Menurutnya, edukasi kepada pedagang sangat penting agar standar keamanan pangan tidak hanya dijaga ketika ada sidak, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.

Selain kepada pedagang, BPOM juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang membeli takjil di kawasan tersebut.

Pengunjung diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli makanan atau minuman dengan menerapkan prinsip Cek KLIK.

Prinsip tersebut merupakan panduan bagi konsumen untuk memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.

“Dengan cara itu masyarakat diharapkan lebih cermat dan tidak mudah tergiur hanya karena tampilan makanan yang menarik,” katanya.

Benny menegaskan, pengawasan terhadap jajanan takjil akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan sidak dan pengujian takjil serupa juga akan dilakukan di berbagai lokasi lain di wilayah Banyuwangi.

“Bisa jadi akan dilakukan di tempat lain. Semakin banyak lokasi yang kami lakukan pengawasan, tentu semakin baik untuk menjaga keamanan pangan masyarakat,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#boraks #jajanan Ramadan Banyuwangi #BPOM Jember #rhodamin B #formalin #takjil Banyuwangi #RTH Maron Genteng #uji takjil BPOM